Fajarasia.co – Walau Anies Baswedan telah dideklarasikan Partai Nasdem sebagai capres 2024, namun kenyataannya jauh lebih banyak Kader Nasdem ini tetap menaruh hati ke Ganjar sebagai Capres di 2024 mendatang.
Hal itu diutarakan Research and Consulting (SMRC)Saiful Mujani, Rabu (19/10/2022).
Umumnya pemilih partai Nasional Demokrat (Nasdem) mendukung Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan jika pemilihan presiden (pilpres) dilakukan sekarang.
Demikian temuan survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dipresentasikan Saiful Mujani dalam program Bedah Politik bersama Saiful Mujani episode ‘Pemilih Nasdem Dukung Anies atau Ganjar?’ yang disiarkan melalui kanal YouTube SMRC TV, yang dikutip pada Rabu (19/10/2022).
Hasil survei menunjukkan bahwa pemilih Nasdem di 2019 yang akan memilih Ganjar jika pilpres diadakan sekarang sebanyak 41 persen, yang akan memilih Anies 31 persen, Prabowo 12 persen.
Menurut Saiful, data ini cukup koheren atau konsisten dengan opini yang dibangun oleh elit Nasdem dalam rapat kerja nasional (Rakernas) baru-baru ini. Walaupun urutan perolehan dukungannya berbeda, menurut dia, dua besar yang didukung oleh elit dan massa pemilih Nasdem cukup konsisten.
“Secara umum, aspirasi yang dikembangkan oleh DPW Nasdem cukup konsisten dengan pemilih Nasdem sendiri. Artinya Nasdem mendengarkan apa kata pemilih mereka sendiri,” kata pendiri SMRC tersebut dalam keterangan persnya.
Saiful menjelaskan bahwa data ini menarik karena sejak Nasdem mengusung Anies sebagai Capres Nasdem di Pilpres 2024 mendatang, akan tetapi hasil survei kader dan tokoh tokoh di DPP Nasdem tetap akan menaruh hati ke Ganjar.
Dalam tiga kali survei terakhir yang dilakukan SMRC, dukungan pada Prabowo dari massa pemilih Nasdem sempat cukup besar, 57 persen pada Desember 2021. Tapi dalam 5 bulan terakhir mengalami penurunan signifikan menjadi 12 persen pada survei Mei 2022 yang lalu.
Suara Ganjar mengalami peningkatan dari 22 persen menjadi 41 persen. Demikian pula dengan Anies, sejak diumumkan sebagai Capres Nasdem, Nama Anies Baswedan meningkat dari 10 persen menjadi 31 persen.
Survei ini juga melihat kecenderungan partai-partai lain terhadap tiga nama tokoh terpopuler. Mayoritas massa pemilih PDIP (58 persen) akan memilih Ganjar, umumnya pemilih Gerindra (62) akan memilih Prabowo Subianto, dan sebagian besar pendukung PKS (59 persen) akan memilih Anies.
Saiful menjelaskan bahwa dukungan mayoritas massa pemilih PDIP ke Ganjar dan massa Gerindra ke Prabowo wajar karena keduanya memang berasal dari partai-partai tersebut.
Sementara dukungan massa PKS ke Anies, walaupun bukan kader, mungkin karena kesamaan nilai. Penjelasan lain adalah karena partai ini menjadi pengusung Anies dalam Pilkada DKI Jakarta.
“Sudah punya record politik. Jadi wajar jika mayoritas pemilih PKS memilih Anies,” jelasnya.
Survei ini dilakukan pada 10-17 Oktober 2022. Populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia yang yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah Berusia 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Dari populasi itu dipilih secara random (stratified multistage random sampling) 1220 responden.
Response rate (responden yang dapat diwawancarai secara valid) sebesar 1060 atau 87%. Sebanyak 1060 responden ini yang dianalisis. Margin of error survei dengan ukuran sampel tersebut diperkirakan sebesar ± 3,07% pada tingkat kepercayaan 95% (asumsi simple random sampling).
Selain itu beredar kabar juga, beberapa nama tokoh politisi di DPP Nasdem akan lebih memilih Ganjar dan bahkan ada beberapa kader siap mundur jika Nasdem tetap Mendaftarkan Anies Baswedan ke KPU sebagai Capres. ****





