Beginilah Cara Umat Buddha Merayakan Waisak

Beginilah Cara Umat Buddha Merayakan Waisak
Bikkhu Dhammiko menyalakan dupa di depan replika stupa Borobudur sebagai rangkaian upacara perayaan detik-detik Waisak 2566 BE/2022 di vihara Vipassana Kusalacitta, Bekasi, Jawa Barat Senin (16/5/2022). Puncak acara detik-detik Waisak akan dilaksanakan tepat pada Senin 16 Mei Pukul 11.13 WIB. ANTARA FOTO/Paramayuda

Fajarasia.co  – Hari Tri Suci Waisak adalah perayaan penting bagi umat Buddha di seluruh dunia. Perayaan Waisak ada di beberapa negara Asia, seperti India, Thailand, Korea Utara dan Selatan, dengan tradisinya.

Umat Buddha di Indonesia, biasanya akan merayakan perayaan dengan Festival Lampion Waisak yang biasanya dilakukan di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Tahun ini, festival lampion akan diselenggarakan Senin (16/5/2022) malam nanti.

Perayaan festival lampion tersebut identik dengan momen pelepasan ribuan lampion kertas yang diterbangkan ke langit.

Biasanya, umat Buddha akan pergi ke kuil lokal mereka dan beberapa bahkan mungkin tinggal di sana sepanjang hari dan pada saat malam bulan purnama.

Mereka pun mengambil bagian dalam melantunkan dan meditasi, merenungkan ajaran Buddha, membawa persembahan ke kuil, hingga berbagi makanan ke orang-orang.

Keluarga Buddha biasanya juga akan mendekorasi rumah mereka dengan lentera. Mereka mengambil bagian dalam prosesi dan mengenakan pakaian putih.

Momen saling bertukar kartu ucapan pun biasa dilakukan dengan teman dan keluarga pada hari Waisak.

Umat Buddha juga biasa melakukan upacara Bathing the Buddha atau memandikan patung kanak-kanak Buddha pada hari Waisak, dengan mengucurkan air ke bahu patung Buddha kecil. Upacara ini memperingati di mana air mengalir di atas bahu Buddha untuk mengingatkan orang-orang dalam menjernihkan pikiran mereka dari pikiran negatif seperti keserakahan dan kebencian.****

Pos terkait