Fajarasia.id – Ratusan warga Perumahan Grand Lavender, Desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, terpaksa meninggalkan rumah mereka setelah banjir besar merendam kawasan hingga setinggi leher orang dewasa pada Sabtu (24/1).
Sekitar 300 kepala keluarga kini bertahan di pengungsian yang disediakan pihak pengembang. Rumah-rumah cluster dijadikan tempat berlindung sementara, dengan satu unit ditempati hingga empat keluarga. “Warga semua di pengungsian. Pengembang menyediakan rumah cluster,” ujar Wakil Ketua RW 01, Farel Panggabean.
Fakta banjir Bekasi:
- Banjir mulai terjadi sejak Jumat (23/1) dan belum surut hingga Sabtu.
- Diduga akibat jebolnya tanggul saluran Kali Unit.
- Sejak 2022, kawasan ini sudah 7 kali dilanda banjir, namun kali ini yang terparah.
- Selain Grand Lavender, banjir juga melanda Sukamakmur Regency dan Nebraska dengan ketinggian air bervariasi dari paha hingga leher orang dewasa.
Farel menegaskan, warga mendesak pengembang dan pemerintah segera memperbaiki tanggul serta sistem drainase agar bencana tidak terus berulang. Ia juga menyampaikan harapan langsung kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa “Bapak Aing”, untuk turun tangan membantu penyelesaian masalah.
“Kepada Bapak Aing, Pak Dedi Mulyadi, kami mohon perhatian. Membantu agar warga tidak lagi kebanjiran,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih bertahan di pengungsian sambil menunggu air surut dan langkah penanganan lanjutan dari pemerintah maupun pengembang.





