Fajarasia.id – Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen Indonesia (APSyFI) menyambut baik kesepakatan perdagangan timbal balik antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump. Kesepakatan ini membuka peluang produk tekstil dan pakaian Indonesia memperoleh tarif 0 persen di pasar Amerika Serikat.
Sekjen APSyFI Farhan Aqil Syauqi menilai skema tersebut akan memperkuat daya saing industri TPT nasional. “Harga bahan baku kapas dari AS lebih murah dan dapat mengurangi biaya operasional industri,” ujarnya, Sabtu (21/2).
Farhan menambahkan kualitas kapas asal AS yang dikenal tinggi akan mendukung peningkatan mutu produk tekstil Indonesia. Namun, ia mengingatkan perlunya perbaikan ekosistem industri pertekstilan nasional, khususnya sektor benang dan serat, yang kapasitasnya masih di bawah 50 persen akibat gempuran produk impor dari Tiongkok.
Pemerintah Indonesia sendiri berkomitmen mendukung pengaturan komersial impor komoditas pertanian asal AS, termasuk kewajiban impor sedikitnya 163.000 ton metrik kapas per tahun selama lima tahun.
APSyFI menegaskan bahwa penguatan industri tekstil domestik akan meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menyerap impor kapas dari AS, sehingga manfaat kesepakatan dagang dapat dirasakan secara maksimal oleh pelaku usaha nasional.***





