Fajarasia.co – Presiden Joko Widodo mengapresiasi digelarnya Musyawarah Rakyat Indonesia ke-1 di Youth Center Arcamanik Sport Center Bandung, Minggu (28/8/2022) kemarin. Musra merupakan inisiasi berbagai organisasi relawan yang mendukung Jokowi pada pilpres 2019 lalu.
Dikatakan Jokowi, Musra merupakan ruang berdemokrasi bagi rakyat untuk menyampaikan aspirasinya. Baik mengenai bagaimana Indonesia ke depan maupun calon pemimpin bangsa selanjutnya.
“Gagasan Musra ini baik untuk menampung suara rakyat,” ucapnya saat membuka kegiatan tersebut. Menurut Kepala Negara, rakyat menginginkan Indonesia yang maju dan pimpinannya yang baik di masa mendatang.
Jokowi juga mengatakan pemilihan presiden memang diusung melalui partai politik. “Namun penentu utama adalah rakyat ketika melakukan pemilihan,” katanya.
“Kami harapkan Musra bisa memunculkan pemimpin yang mau dekat dan peduli dengan rakyat,” kata Jokowi. Yaitu pemimpin yang mau turun ke bawah dan tidak hanya duduk enak di istana.
Jokowi juga meminta organisasi relawan tetap solid serta menjaga persatuan dan kesatuan pada pesta demokrasi 2024 nanti. Sehingga, tidak terjadi perpecahan di antara rakyat Indonesia.
“Kita juga harus hati-hati, ulah gurung rusuh, ulah buru-buru, ulah lepat (jangan salah),” katanya. Maksudnya, jangan salah menentukan siapa dan buru-buru menentukan sikap.
Sekretaris Panitia Musra, Taki Reinhard Parapat, mengatakan Musra merupakan wadah aspirasi masyarakat untuk menentukan calon pemimpin Indonesia. Di sana bakal dibahas aspirasi masyarakat dan usulan calon pemimpin nasional yang dapat melanjutkan pembangunan dan program Jokowi.
“Untuk melanjutkan estafet tongkat kepemimpinan beliau, kita butuh sosok serupa untuk melanjutkan pembangunan Indonesia hingga tahun 2045,”ucapnya. Bahkan, lanjutnya, diharapkan dapat lebih baik.
Kegiatan Musra dihadiri setidaknya 10 ribu peserta dari berbagai organisasi relawan Jokowi. Mereka berasal dari unsur buruh, petani, nelayan, pondok pesantren dan penyandang disabilitas.***





