ANTAM-IBI-HYD Sepakat Bangun Ekosistem Baterai Terintegrasi

ANTAM-IBI-HYD Sepakat Bangun Ekosistem Baterai Terintegrasi

Fajarasia.id  – Konsorsium ANTAM-IBI-HYD resmi menandatangani Framework Agreement untuk pengembangan ekosistem baterai terintegrasi nasional. Penandatanganan yang berlangsung di Kantor ESDM, Jakarta Pusat, disaksikan langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dan menjadi tonggak penting dalam pengembangan industri baterai dari hulu hingga hilir.

Bahlil menjelaskan, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari pembangunan kapasitas 10 gigawatt yang telah beroperasi sejak 2023. Nilai investasi proyek baru ini diperkirakan mencapai 7–8 miliar dolar AS. “Program ini adalah komitmen besar untuk memperkuat ekosistem baterai terintegrasi, dari smelter, prekursor, katoda, hingga sel baterai,” ujarnya.

Menurut Bahlil, kapasitas awal yang akan dibangun mencapai 20 gigawatt untuk mendukung kebutuhan baterai kendaraan listrik nasional. Pembangunan fasilitas akan tersebar di dua lokasi strategis: Jawa Barat untuk pabrik baterai mobil, serta Halmahera Timur, Maluku Utara, untuk smelter, prekursor, dan kawasan industri.

Ia menegaskan, sumber nikel yang digunakan berasal dari Izin Usaha Pertambangan (IUP) ANTAM, dengan kepemilikan saham mayoritas tetap dipegang negara. “Nikelnya dari IUP ANTAM, dan untuk di hulu saham mayoritas tetap milik negara,” kata Bahlil.

Kesepakatan ini sekaligus menandai langkah baru pemerintah setelah sebelumnya bekerja sama dengan LG Korea. Dengan mitra baru, konsorsium diharapkan mampu mempercepat transisi energi dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam industri baterai global.

Pos terkait