Aniaya Mahasiswa, Anak Perwira Polisi Polda Sumut Jadi Tersangka

Aniaya Mahasiswa, Anak Perwira Polisi Polda Sumut Jadi Tersangka

Fajarasia.id – Seorang anak dari perwira polisi Polda Sumatera Utara (Sumut), berinisial AH, ditetapkan sebagai tersengka usai melakukan penganiayaan terhadap mahasiswa bernama Ken Admiral.

Video penganiayaan tersebut viral di media sosial. Diketahui pelaku AH merupakan anak dari AKBP AH yang sebelumnya menjabat sebagai KBO Dit Resnarkoba Polda Sumut.

Terkait kasus tersebut, Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Sumut telah menerima dua laporan terkait kasus penganiayaan tersebut.

Dua laporan tersebut merupakan laporan yang dibuat atas nama Ken Admiral dan laporan yang dibuat oleh AH dengan putusan adalah bukan tindak pidana.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Sumaryono mengatakan, pihaknya telah melakukan gelar perkara.

“Sudah kita lakukan gelar perkara terhadap dua laporan, untuk perkara penganiayaan dengan LP nomor 3895/12/2002/22 Desember 2022 dengan pelapor Ken Admiral, dan laporan oleh AH,” kata Sumaryono Rabu (26/4/2023).

Dia mengatakan berdasarkan hasil gelar perkara tersebut pelaku berinisial AH resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait penganiayaan.
“Yang mana dari LP saudara Ken Admiral ini, kami sudah bisa menetapkan tersangka atas nama AH,” ucapnya.

Polda Sumut juga melakukan upaya penangkapan paksa terhadap pelaku AH berdasarkan LP yang dibuat korban.

“Kita akan melakukan upaya paksa terhadap saudara AH dengan LP 3895, karena ini adalah pasal 351 ayat 2 dengan ancaman 5 tahun maka akan kita lakukan upaya paksa,” katanya.

Lebih lanjut, Sumaryono mengaku sempat mengalami kendala dalam melakukan pemeriksaan kasus tersebut.

Hal ini lantaran korban sedang menempuh pendidikan di luar negeri.
“Sebenarnya tidak ada kendala dalam pemeriksaan, tapi kendala karena kemarin kita terhambat pelapor Ken Admiral sedang belajar di luar negeri. Jadi menunggu yang bersangkutan datang untuk pemeriksaan,” ungkapnya.

Terkait motif, dia mengatakan masih dilakukan pendalaman.

Namun diduga motifnya terkait masalah asmara. “Kemudian motif, masih didalami. Ini berkisar terkait motif asmara,” katanya.***

 

Pos terkait