Fajarasia.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai mampu meningkatkan semangat makan anak-anak saat dilakukan secara bersama-sama. Hal ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Maharani dalam sosialisasi MBG di Bagan Sinembah, Rokan Hilir, Riau.
“Anak-anak kadang tidak suka makan sayur atau nasi, tapi dengan makan bersama teman-temannya, mereka jadi lebih semangat. Ini salah satu dampak positif dari program makan bergizi ini,” ujar Maharani saat sosialisasi, Sebagaimana rilis yang diterima Redaksi pada Rabu (11/6/2025).
Ia menilai momen makan bersama turut membentuk kebiasaan baik dan meningkatkan minat makan anak-anak secara alami. Acara sosialisasi diselenggarakan di Twenty Eight Cafe dan melibatkan berbagai pihak terkait dari pusat hingga daerah.
Kegiatan ini merupakan bagian dari percepatan program nasional di bidang ketahanan gizi untuk kelompok rentan. Program MBG merupakan amanat Presiden Prabowo Subianto yang dijalankan secara bertahap di berbagai daerah, termasuk Rokan Hilir.
Salah satu dukungan infrastrukturnya adalah pembangunan dapur umum di lokasi-lokasi sasaran. Maharani juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat untuk mendukung kesuksesan program MBG di wilayah masing-masing.
Menurutnya, peran masyarakat penting agar program dapat berjalan optimal dan berkelanjutan. Analis Madya Deputi Penyaluran Wilayah II Badan Gizi Nasional Herry Setyadi Dewanto menjelaskan rincian teknis program MBG.
Ia menyebutkan bahwa satu dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki target yang harus dicapai. Setiap SPPG tersebut ditargetkan melayani hingga 3.000 penerima manfaat per hari.
“Indonesia termasuk negara yang paling komprehensif dalam cakupan program ini. Kita menyasar dari ibu hamil, menyusui, balita, hingga siswa SMA,” kata Herry.
Ia juga mengajak pemerintah daerah dan dunia usaha menyediakan lahan untuk pembangunan dapur layanan gizi. Dukungan dari sektor swasta dinilai penting agar target pembangunan 32.000 dapur SPPG secara nasional dapat tercapai hingga akhir 2025.
Perwakilan Puskesmas Bagan Batu Rika Sriwahyuni Sinaga mengingatkan pentingnya pemantauan orang tua terhadap potensi alergi makanan anak. Ia juga menekankan bahwa MBG bukan sekadar program makan gratis dari pemerintah.
“Program MBG merupakan wujud nyata kolaborasi lintas sektor antara DPR RI, Badan Gizi Nasional, Kementerian Kesehatan, serta pemerintah daerah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Sriwahyuni.
Indonesia diproyeksikan memiliki populasi muda besar pada tahun 2045 dengan tantangan daya saing global. Program MBG diharapkan menjadi fondasi penting untuk membentuk generasi yang produktif dan berdaya saing tinggi.****





