Fajarasia.id – Anggota Komisi IX DPR, Nurhadi menanggapi membludak para pencari kerja di Job Fair Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi. Ia menilai fenomena tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan yang sulit diperoleh di tengah badai PHK.
“Kejadian ini mencerminkan betapa mendesaknya kebutuhan masyarakat terhadap pekerjaan, sekaligus buruknya mekanisme teknis yang diterapkan panitia. Antisipasi lonjakan pengunjung, manajemen alur peserta, menjadi standar dalam penyelenggaraan job fair berskala besar di tengah badai PHK,” kata legislator dari fraksi NasDem tersebut kepada wartawan di Jakarta, pada Selasa (3/6/2025).
Nurhadi menyatakan, penyelenggara semestinya mampu mengantisipasi lonjakan pencari kerja pada kondisi badai PHK saat ini. Menurutnya, sistem penyelenggaraan job fair belum sensitif dengan realita di lapangan, dimana pendekatannya tidak dapat hanya tentang administratif.
“Lebih dari 25.000 pencari kerja memadati satu titik lokasi, insiden saling dorong hingga ada yang pingsan. Menjadi bukti bahwa sistem dan perencanaan acara belum sensitif terhadap realita di lapangan,” ucapnya.
Nurhadi menambahkan, kehadiran job fair untuk saat ini dinilai sangat diperlukan. Namun, perusahaan juga harus memastikan pembukaan lapangan pekerjaan tidak hanya sekadar seremonial belaka.
“Dengan angka pengangguran yang masih tinggi dan keresahan sosial yang mulai terlihat dalam bentuk kericuhan seperti ini. Job fair ke depan tidak boleh lagi menjadi simbol kepanikan kolektif, job fair harus menjadi jalan keluar nyata,” ujarnya.****





