Fajarasia.id – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua DPD Gerindra Sumbar, Andre Rosiade, melakukan inspeksi mendadak ke Fase VII Pasar Raya Padang, Sabtu (21/2/2026). Dalam sidak tersebut, Andre menemukan dua persoalan utama: aktivitas perdagangan yang sepi dan dugaan pungutan liar (pungli) di fasilitas pasar.
Andre menyebut banyak pedagang mengeluh dagangan tidak laku, bahkan ada yang belum balik modal sejak dipindahkan ke Fase VII. Ia meminta Pemko Padang segera memperbaiki akses jalan, parkir, serta menata ulang pedagang agar pembeli mudah masuk.
Selain itu, Andre menemukan adanya pungutan di toilet umum dan parkir kendaraan, padahal pasar tersebut masih berstatus aset pemerintah pusat. Ia menegaskan pungutan tersebut ilegal dan meminta aparat menindak tegas oknum yang bermain di pasar.
“Pasar rakyat yang dibangun dengan anggaran besar tidak boleh jadi ladang pungli. Polisi sedang bekerja, siapa pun yang bermain-main harus siap berhadapan dengan hukum,” tegas Andre.
Sementara itu, Rachmad Wijaya, Ketua Komisi II DPRD Padang dari Fraksi Gerindra, menegaskan fasilitas umum di pasar seharusnya gratis karena biaya operasional sudah dianggarkan dalam APBD. Ia meminta Dinas Perdagangan melakukan pengawasan ketat agar pedagang tidak semakin terbebani.
Andre berharap Pemko Padang segera mengambil langkah konkret untuk meramaikan Fase VII, seperti membuka akses jalan lebih luas, menata zonasi pedagang, menyediakan transportasi pengumpan, serta menggelar event pasar rakyat.





