Fajarasia.id — Anggota Komisi IX DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa, mengingatkan pemerintah agar segera memperkuat langkah pencegahan terhadap ancaman virus influenza A (H3N2) subklad K atau yang dikenal sebagai superflu. Ia menekankan pentingnya sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sebagai upaya antisipasi sebelum kasus melonjak.
“Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza,” ujar Neng Eem dalam keterangannya.
Menurut politisi PKB ini, penggunaan masker merupakan strategi kesehatan berbasis bukti ilmiah. Masker terbukti mampu mengurangi risiko penularan melalui droplet maupun aerosol, terutama di ruang publik yang padat, transportasi umum, fasilitas kesehatan, serta area dengan sirkulasi udara terbatas.
Selain menekankan pencegahan di masyarakat, Neng Eem juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan. Ia menegaskan perlunya tenaga medis, alat pelindung diri, sistem deteksi dini, serta mekanisme penanganan pasien yang memadai.
“Kesiapan faskes menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak. Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik,” tegasnya.
Data per 31 Desember 2025 mencatat 62 kasus superflu di Indonesia, tersebar di delapan provinsi dengan angka tertinggi di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Menurut Neng Eem, angka tersebut harus menjadi alarm bagi pemerintah untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dan mempercepat langkah pencegahan.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Selain penggunaan masker, imunisasi influenza disebut sebagai langkah penting untuk menurunkan risiko keparahan bila terinfeksi.
“Imunisasi influenza dapat menurunkan risiko keparahan jika terinfeksi. Penggunaan masker, kesiapan faskes, dan imunisasi harus berjalan bersamaan agar dampak superflu dapat ditekan,” pungkas Neng Eem.





