Ancaman PHK Massal Bayangi Industri Hotel Nasional

Ancaman PHK Massal Bayangi Industri Hotel Nasional

Fajarasia.id – Wakil Ketua Umum BPP PHRI Sutrisno Iwantono mengungkapkan, ancaman PHK membayangi industri perhotelan di Indonesia. Menurutnya, ancaman tersebut adalah akibat turunnya tingkat hunian dan efisiensi anggaran pemerintah.

“Saat ini kondisi industri perhotelan tidak baik-baik saja karena okupansi hotel terus mengalami penurunan,” jelas Sutrisno dalam sebuah rlisnya yang diterima Redaksi pada Kamis (29/5/2025).

Sutrisno menjelaskan bahwa 96 persen hotel di Jakarta melaporkan penurunan okupansi pada kuartal pertama 2025. Menurutnya, penurunan tersebut terjadi akibat minimnya anggaran pemerintah dan menurunnya daya beli masyarakat.

“Kalau ini terus berlanjut, maka 70 persen hotel berpotensi mengurangi jumlah karyawan mereka,” ucapnya.

Lebih lanjut, Sutrisno menyatakan bahwa jenis pekerja yang paling terdampak adalah daily worker atau tenaga kontrak harian. Ia berpendapat bahwa pihak pemasok dan UMKM juga harus ikut bertanggung jawab karena terdampak langsung.

“Ketika hotel mengurangi belanja operasional, pemasok daging, sayur, hingga laundry ikut terdampak,” kata Sutrisno.

Ia juga mengungkapkan bahwa kontribusi belanja pemerintah terhadap pendapatan hotel mencapai 20 hingga 40 persen. Menurutnya, larangan kegiatan dinas di hotel turut memperparah keterpurukan industri perhotelan daerah.

Sutrisno juga menyoroti perlunya upaya pemerintah mendorong wisatawan lokal sebagai pengganti tamu dari instansi pemerintah. Menurutnya, sektor ini harus mendapat perhatian karena melibatkan lebih dari 600 ribu tenaga kerja.****

Pos terkait