Analis Perkirakan Rupiah Menguat karena Inflasi AS Melambat

Analis Perkirakan Rupiah Menguat karena Inflasi AS Melambat

Fajarasia.id – Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memperkirakan nilai tukar Rupiah dapat menguat, Kamis (15/8/2024). Menurutnya, rupiah berpotensi menguat, salah satunya akibat data inflasi Amerika Serikat (AS) yang melambat.

Kondisi ini, katanya, dapat memperbesar peluang pemangkasan suku bunga acuan AS. Sentimen aset berisiko pagi ini juga terlihat masih bagus, dan indeks Asia terlihat menguat.

“Peluang penguatan ke arah Rp15.600-Rp15.620. Adapun potensi resisten di kisaran Rp15.700,” kata Ariston dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/8/2024).

Di sisi lain, menurutnya, pelaku pasar juga mewaspadai data penting ekonomi AS yang akan dirilis malam ini. Data dimaksud adalah data penjualan ritel, klaim tunjangan pengangguran, dan data indeks manufaktur yang bisa memengaruhi kondisi inflasi.

Rupiah pun berpeluang menguat. “Ini mungkin bisa menahan penguatan rupiah terlalu dalam hari ini,” ujarnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menguat pada penutupan perdagangan Rabu (14/8/2024). Rupiah mencatat kenaikan 158 poin ke posisi Rp15.675 per dolar AS.****

 

Pos terkait