Fajarasia.id — Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menilai keputusan pemerintah menunda pengiriman 8.000 pasukan Indonesia untuk misi perdamaian bersama International Stabilization Force (ISF) di Gaza merupakan langkah yang bijak.
Menurut Amelia, eskalasi konflik di Timur Tengah yang terus meningkat menuntut kehati-hatian agar keterlibatan Indonesia tetap sesuai koridor hukum internasional dan mandat perdamaian.
“Keputusan ini harus dipahami sebagai bentuk pertimbangan geopolitik dan aspek keamanan secara komprehensif. Pemerintah kita sangat peka terhadap kondisi yang terjadi saat ini,” ujarnya.
Meski demikian, Amelia menegaskan penundaan tersebut tidak boleh dimaknai sebagai berkurangnya komitmen Indonesia terhadap perdamaian global, khususnya bagi rakyat Palestina. Ia menekankan rekam jejak Indonesia sebagai penjaga perdamaian dunia harus tetap dijaga, termasuk kredibilitas dan profesionalisme TNI.
“Indonesia tetap harus memainkan peran aktif melalui diplomasi dan bantuan kemanusiaan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan konstitusional,” tambah legislator dari Fraksi NasDem itu.
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah menunda pengiriman pasukan ke Gaza dengan alasan eskalasi konflik yang semakin meningkat.




