Airlangga Pastikan BBM Subsidi Belum Naik

Airlangga Pastikan BBM Subsidi Belum Naik

Fajarasia.id – Lonjakan harga minyak dunia akibat perang Iran–Amerika Serikat memicu kekhawatiran akan naiknya harga BBM dalam negeri. Harga minyak Brent tercatat menembus US$103,8 per barel, sementara WTI berada di level US$98,45 per barel. Namun, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah belum berencana menaikkan harga BBM bersubsidi.

“Belum ada keputusan karena angkanya masih harus dilihat. Siapa tahu besok perang selesai,” ujar Airlangga dalam rapat kabinet, Senin (16/3/2026). Ia menambahkan pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario jika harga minyak terus naik, dengan asumsi ICP berada di kisaran US$90–US$100 per barel.

Airlangga menjabarkan tiga skenario: moderat dengan ICP US$97 per barel dan defisit APBN 3,53%, hingga pesimistis dengan ICP US$115 per barel dan defisit 4,06%. Meski demikian, ia menegaskan keputusan terkait harga BBM subsidi belum diambil.

Lonjakan harga minyak dunia kali ini mengingatkan pada krisis energi 2022 saat perang Rusia–Ukraina memicu kenaikan ICP di atas US$100 per barel dan berujung pada penyesuaian harga Pertalite. Pemerintah kini menekankan pentingnya menjaga pasokan energi dan mengendalikan inflasi di tengah ketidakpastian global.***

Pos terkait