Fajarasia.id – Ahli Kesehatan Masyarakat Jusuf Kristianto mengingatkan, masyarakat untuk mewaspadai merebaknya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di musim pancaroba saat ini. Di mana penyakit tersebut, salah satunya diakibatkan adanya genangan air sehingga jentik nyamuk tumbuh subur.
“Jentik nyamuk itu tumbuh subur di genangan air. Kemudian juga nyamuk ini hidup di air bersih,” kata Jusuf , Jumat (01/3/2024).
Di puskesmas sendiri, kata Jusuf, telah berstatus siaga 1 menghadapi ancaman DBD. “Karena di masa pancaroba ini bukan hanya batuk dan pilek tetapi demam berdarah yang harus diwaspadai,” ucapnya.
Jusuf mengimbau, masyarakat agar tidak terlena wabah penyakit DBD meski memiliki pengalaman menghadapi Covid-19. Oleh karena itu, diharapkan masyarakat tidak meremehkan penyakit DBD ini.
“Sekarang memang cuma batuk pilek. Tapi ketika seseorang demam dan minum paracetamol panasnya turun dan kembali naik, itu dapat mengarah penyakit DBD,” ujarnya.
Dia menjelaskan, bahaya dari BD ini adalah ketika panas tubuh terjadi dan tidak diobati. Sehingga menyebabkan trombositnya turun maka dapat mengakibatkan perdarahan.
“Risikonya itu kematian. Sehingga itu harus kita waspadai,” ucapnya.
Kemenkes RI mencatat, dalam 47 pekan tahun 2023 pada periode Januari-November, terdapat 83.302 kasus DBD pada 465 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi. Sedangkan, angka kematian akibat DBD sebanyak 574 kasus.***





