Fajarasia.id — Pertempuran di garis belakang Ukraina kembali memanas setelah militer Rusia melancarkan gelombang serangan udara besar-besaran pada malam hari. Kali ini, gempuran difokuskan untuk melumpuhkan urat nadi transportasi, pasokan energi, hingga fasilitas industri pertahanan di ibu kota Kyiv dan sekitarnya.
Kementerian Pertahanan Rusia mengonfirmasi bahwa salah satu sasaran vital yang dihantam adalah Jembatan Utara (Northern Bridge) di Kyiv. Infrastruktur penyeberangan tersebut dinilai memegang peranan krusial bagi pergerakan logistik tempur Ukraina, khususnya untuk memobilisasi persenjataan berat dan armada militer menuju lini depan.
Selain jembatan utama, infrastruktur strategis seperti pabrik Meridian turut menjadi sasaran tembak. Moskwa mengklaim kawasan pabrik tersebut digunakan oleh pihak Ukraina sebagai pusat manufaktur dan perakitan rudal jelajah tipe Flamingo.
Dampak serangan dilaporkan merembet luas ke sektor energi primer. Sejumlah pembangkit dan gardu induk listrik di kawasan Kyiv serta wilayah Zhytomyr mengalami kerusakan berat. Jalur manufaktur amunisi lokal pun tak luput dari gempuran rudal mendadak tersebut.
Tak hanya di daratan, operasi militer Rusia juga menjangkau kawasan perairan. Satu kapal kargo di perairan Laut Hitam dicegat dan dihantam serangan karena disinyalir mengangkut muatan berupa perlengkapan militer serta material berteknologi ganda (dual-use) yang ditujukan untuk menyokong angkatan bersenjata Ukraina.
Hingga berita ini diturunkan, pemerintah dan otoritas keamanan Ukraina masih terus mendata tingkat kerusakan fisik serta memitigasi gangguan pasokan listrik yang terdampak akibat gempuran intensif tersebut.****





