Fajarasia.id – Komando Operasi (Koops) Habema TNI menemukan satu pucuk senjata api jenis Caracal beserta 17 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter di sebuah gua di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.
Panglima Koops Habema Brigjen TNI Riyanto mengatakan, senjata tersebut diduga merupakan milik aparat yang dirampas kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV/Sorong Raya dalam penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory pada 22 Maret 2026.
“Senjata tersebut sebelumnya dirampas kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya dalam peristiwa penyerangan terhadap personel Satgas Yonif 9 Marinir di wilayah Sory pada 22 Maret 2026,” kata Riyanto dalam siaran pers resmi Koops Habema yang diterima di Jakarta, Sabtu (17/10/2026).
Penemuan senjata tersebut melibatkan personel Pamtas RI-PNG Mobile Yonif 9 Marinir, Denkul 4/Rajawali V dari Satgas Yonif 411/Pandawa Kostrad, serta Satgas Pamtas RI-PNG Kewilayahan Yonif 764/IB.
Riyanto menjelaskan, penemuan senjata itu berawal dari pemeriksaan terhadap Wakil Panglima Kodap IV Sorong Raya OPM, Zakarias Fatem, yang ditangkap pada Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari pemeriksaan tersebut, personel TNI kemudian menelusuri sejumlah lokasi di wilayah Maybrat hingga menemukan senjata api beserta amunisinya di sebuah gua.
Menurut Riyanto, pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.
“Pengamanan kembali senjata tersebut merupakan bagian dari upaya mencegah penyalahgunaan senjata api yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat maupun aparat,” ujarnya.
Koops Habema, lanjut Riyanto, masih melakukan penelusuran untuk mencari satu pucuk senjata api jenis K3 Daewoo yang berdasarkan informasi awal diduga masih disembunyikan di wilayah Maybrat.
Pencarian tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya mengamankan senjata yang diduga berada dalam penguasaan kelompok bersenjata.
Riyanto menegaskan, personel Koops Habema akan terus melakukan penelusuran untuk mendukung upaya menjaga keamanan masyarakat di Papua.
Penemuan senjata Caracal tersebut menjadi salah satu hasil operasi penelusuran yang dilakukan aparat setelah memperoleh informasi dari pemeriksaan terhadap pihak yang ditangkap.***





