Fajarasia.id – Tawuran antarkelompok pemuda kembali terjadi di kawasan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (18/10/2026). Dipicu provokasi petasan, bentrokan berlangsung dalam tiga gelombang sejak dini hari hingga menjelang Magrib, disertai pembakaran warung, perusakan kendaraan, dan penjarahan konter pulsa milik warga.
Polisi mengamankan enam orang setelah kejadian tersebut. Sementara itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama aparat keamanan dan pemuda setempat sepakat membentuk posko bersama untuk mencegah tawuran kembali berulang.
Salah seorang pedagang konter pulsa, Dimas, mengaku telah bersiap menjaga tempat usahanya karena khawatir terjadi penjarahan. Namun, massa tetap merusak bagian depan konter dan mengambil sejumlah barang.
“Kita lagi ngumpul di dalam buat penjagaan biar nggak masuk gitu. Soalnya kan udah mulai penjarahan, suka mengambil barang gitu,” kata Dimas, saat di hubungi pada Selasa (20/10/2026).
Menurut Dimas, para pelaku tiba-tiba mendatangi konternya, memecahkan kaca etalase, lalu mengambil sejumlah barang yang berada di bagian depan.
“Nggak ada omongan. Dia udah di depan, tiba-tiba udah di depan konter. Pecahin kaca, ngambil stoples yang ada di sini sama kartu-kartu sebagian ada yang hilang,” ujarnya.
Akibat kejadian itu, etalase konter pecah. Sekitar empat stoples berisi pengisi daya atau charger serta sejumlah kartu dilaporkan hilang. Dimas memperkirakan kerugian mencapai lebih dari Rp 2 juta.
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes I Putu Yuni Setiawan mengatakan, tawuran bermula dari provokasi sejumlah kelompok pemuda yang menggunakan petasan. Aparat kepolisian bersama TNI dan Satpol PP kemudian mendatangi lokasi untuk membubarkan massa.
Menurut Putu Yuni, bentrokan tidak berlangsung lama setelah petugas tiba. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa yang dilaporkan, sedangkan arus lalu lintas di kedua arah kembali kondusif.
“Sementara baru enam orang, itu masih diamankan, nanti akan kita dalami,” kata Putu Yuni.
Polisi masih mendalami peristiwa tersebut untuk mengetahui lebih jauh keterlibatan pihak-pihak yang diamankan serta mencegah kejadian serupa terulang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyayangkan tawuran kembali terjadi di Manggarai. Padahal, pemerintah sebelumnya telah memfasilitasi pembangunan sarana publik untuk kegiatan olahraga sesuai permintaan warga.
Pramono mengatakan, bentrokan dipicu aksi saling provokasi antarkelompok pemuda yang disertai penggunaan petasan hingga berujung pada pembakaran.
Untuk mencegah tawuran kembali terjadi, Pemprov DKI Jakarta menyepakati pembentukan posko bersama dengan kepolisian, TNI, serta pemuda setempat.
Pramono berharap keberadaan posko tersebut dapat memperkuat pengawasan dan mempercepat penanganan jika muncul potensi bentrokan.
Aparat dan pemerintah daerah juga diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dengan masyarakat agar konflik tidak kembali merugikan warga, terutama pedagang yang tempat usahanya menjadi sasaran.
Berulangnya tawuran di Manggarai menjadi pengingat bahwa penyediaan fasilitas publik perlu diikuti upaya pencegahan yang konsisten, pengawasan lingkungan, serta keterlibatan aktif masyarakat untuk menjaga keamanan bersama.****





