Singapura Dikepung Asap, F1 dalam Bayang-Bayang Krisis Udara

Singapura Dikepung Asap, F1 dalam Bayang-Bayang Krisis Udara

Fajarasia.id – Kabut asap pekat kembali menyelimuti wilayah Singapura dan memicu ancaman krisis kesehatan lingkungan. Kendati sempat mengendur tipis dari rekor terburuknya pada akhir pekan, indeks kualitas udara di seluruh penjuru negeri tersebut masih bertahan di level tidak sehat. Kondisi ini memaksa otoritas setempat menyiagakan skenario darurat, tepat saat gelaran balap Formula 1 berlangsung di Sirkuit Marina Bay.

Berdasarkan pemantauan Badan Lingkungan Hidup Nasional (NEA) Singapura pada Minggu pagi, Indeks Standar Pencemar Udara (PSI) 24 jam berkisar antara 125 hingga 176. Wilayah tengah dan barat mencatatkan tingkat pencemaran tertinggi. Meski angka ini sedikit melandai dibanding puncak terburuk pada Jumat lalu—yang sempat menyentuh angka 192—keseluruhan area Singapura masih berada di atas ambang batas aman (100).

Tiupan angin dilaporkan membawa sebaran asap dari titik panas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di wilayah selatan Sumatra dan Kalimantan.

Guna merespons potensi memburuknya situasi, *Haze Task Force* Singapura—sebuah tim gabungan yang melibatkan 28 lembaga pemerintah—telah disiagakan penuh. Protokol darurat siap diaktifkan apabila tingkat PSI melampaui angka 200. Langkah antisipasi tersebut mencakup pembagian masker N95 secara masal, penyediaan fasilitas ruang pendingin udara (*shelter* ber-AC) bagi publik, hingga penghentian total aktivitas luar ruang bagi kelompok rentan serta pekerja lapangan.

Krisis kualitas udara ini menjadi perhatian mendalam mengingat Singapura tengah menghelat rangkaian balapan F1 Singapore Grand Prix. Sorotan salah satunya datang dari pebalap tim Williams, Carlos Sainz Jr. Pemenang GP Singapura 2023 tersebut menilai kondisi udara saat ini berada pada tingkat yang mengkhawatirkan untuk aktivitas fisik berintensitas tinggi.

“Rasanya ini bukan tempat paling sehat untuk bernapas saat ini, mengingat tingginya tingkat polusi akibat kebakaran,” ujar Sainz.

Meski demikian, pebalap asal Spanyol itu menyadari kompleksitas situasi yang dihadapi para atlet. Di satu sisi warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan, namun di sisi lain para pebalap harus tetap berlaga di lintasan terbuka. Sainz menegaskan para pebalap akan sepenuhnya patuh pada arahan dan regulasi resmi yang dikeluarkan otoritas setempat.

Pihak penyelenggara F1 beserta panitia lokal menyatakan terus mengawasi perkembangan kualitas udara secara berkala. Hingga saat ini, pandangan di area lintasan dinilai masih memenuhi standar keselamatan balap, sehingga belum ada keputusan untuk menunda maupun membatalkan sesi yang dijadwalkan.***

Pos terkait