Prabowo: Kekayaan Alam Bocor, Bangsa Bisa Celaka

Prabowo: Kekayaan Alam Bocor, Bangsa Bisa Celaka

Fajarasia.id  — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelamatkan kekayaan alam Indonesia dari praktik penyelundupan dan berbagai tindakan ilegal yang merugikan negara. Ia mengibaratkan sumber daya alam sebagai darah bagi tubuh bangsa yang harus dijaga agar Indonesia tetap bertahan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (21/10/2026), dalam rangka dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih.

Prabowo mengatakan, pemerintah menghadapi pilihan penting, yakni memperbaiki sistem pengelolaan kekayaan negara atau membiarkan praktik yang menyebabkan kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri.

Menurut dia, penyelamatan kekayaan bangsa membutuhkan keberanian untuk menghadapi kenyataan, termasuk ketika kebijakan yang diambil tidak selalu menyenangkan semua pihak.

“Kita tidak bisa lagi menghadapinya dengan terlalu naif atau berusaha menyenangkan orang lain,” ujar Prabowo di hadapan jajaran Kabinet Merah Putih.

Ia menilai, praktik penyelundupan bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan tindakan yang dapat mengancam perekonomian nasional dan merugikan rakyat Indonesia.

Prabowo menyebut sejumlah komoditas yang rawan diselundupkan, mulai dari timah, emas, batu bara, hingga kayu. Ia juga menyoroti penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) dan pupuk bersubsidi yang semestinya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam negeri.

Selain merugikan penerimaan negara, menurut Prabowo, penyelundupan barang dari luar negeri juga berpotensi mengganggu keberlangsungan industri nasional. Produk ilegal yang masuk ke pasar domestik dapat menekan daya saing industri dan mengancam keberadaan pabrik-pabrik di Indonesia.

“Penyelundupan adalah ibarat menikam bangsa kita, menikam badan kita. Penyelundupan adalah usaha untuk membunuh ekonomi kita,” kata Prabowo.

Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa pemerintah harus memprioritaskan penyelamatan kekayaan nasional di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi negara.

Ia mengingatkan bahwa sumber daya alam merupakan modal penting bagi keberlangsungan bangsa. Karena itu, kebocoran kekayaan negara akibat praktik ilegal tidak boleh terus dibiarkan.

Prabowo pun kembali menggunakan analogi darah untuk menggambarkan pentingnya menjaga kekayaan alam Indonesia. Menurut dia, negara tidak akan mampu bertahan apabila sumber daya yang menjadi penopang kehidupannya terus terkuras.

“Kalau darah kita bocor terus, tidak mungkin badan kita selamat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan pemerintah yang ingin memperkuat pengawasan terhadap pengelolaan sumber daya alam sekaligus menindak praktik penyelundupan yang merugikan kepentingan nasional.

Bagi Prabowo, penyelamatan kekayaan negara bukan sekadar persoalan penegakan hukum, melainkan bagian dari upaya menjaga keberlangsungan ekonomi dan melindungi hak rakyat atas kekayaan Indonesia.****

Pos terkait