Realitarakyat.com – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa bahasa dan sastra Indonesia kini mulai diajarkan di Universitas Al-Azhar, Mesir. Perkembangan tersebut dinilai menjadi salah satu bukti menguatnya hubungan Indonesia dan Mesir, khususnya di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Prabowo menyambut kunjungan kenegaraan El-Sisi sebagai momentum untuk mempererat hubungan bilateral yang telah terjalin lama antara kedua negara.
“Saya sekali lagi ingin menyampaikan selamat datang kepada Yang Mulia Presiden Abdel Fattah El-Sisi beserta seluruh delegasi di Jakarta, Indonesia. Ini adalah kehormatan besar bagi saya dapat menerima kunjungan kenegaraan yang merupakan balasan dari kunjungan kenegaraan saya pada tahun 2025 dan sebelumnya tahun 2024,” kata Prabowo.
Menurut Prabowo, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama di berbagai sektor, mulai dari politik, ekonomi, perdagangan, investasi, kelautan, perikanan, pertahanan, hingga pendidikan.
Dalam bidang pendidikan, Prabowo menilai hubungan Indonesia dengan Universitas Al-Azhar memiliki sejarah panjang dan perlu terus dikembangkan.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya memperluas pengajaran bahasa Indonesia di Mesir, tetapi juga meningkatkan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di negara tersebut.
“Hubungan kita dengan Universitas Al-Azhar sudah cukup lama, dan sekarang hubungan itu ingin kita tingkatkan. Saudara-saudara, sekarang di Universitas Al-Azhar sedang diberi pengajaran bahasa Indonesia dan sastra Indonesia,” ujar Prabowo.
Pemerintah Indonesia juga membuka peluang bagi lembaga pendidikan Mesir untuk hadir di Indonesia, termasuk melalui pertukaran dosen dan tenaga pendidik.
“Kita juga ingin bahwa pendidikan pelajar Indonesia, mahasiswa Indonesia ke Mesir ditingkatkan, tapi juga kita mengundang lembaga-lembaga pendidikan dari Mesir untuk hadir di Indonesia, dengan juga mengirim dosen-dosen dan tenaga-tenaga pendidik ke Indonesia,” tambahnya.
Selain pendidikan, kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama ekonomi, terutama perdagangan dan investasi. Salah satu langkah yang didorong ialah pembentukan Economic Partnership Agreement (EPA) untuk memperluas akses pasar dan membuka peluang usaha bagi kedua negara.
Prabowo juga menyambut inisiatif pembentukan Joint Investment Fund oleh lembaga investasi Indonesia dan Mesir guna mendukung pendanaan proyek-proyek strategis.
Di sektor kelautan dan perikanan, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan, konservasi sumber daya laut, pemberantasan penangkapan ikan ilegal, serta pertukaran pengetahuan dan keahlian.
Kerja sama industri pertahanan turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Mesir atas dukungan dan fasilitas bagi kapal-kapal TNI Angkatan Laut yang menjalankan misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di kawasan Timur Tengah.
Di bidang politik, Indonesia dan Mesir menegaskan pentingnya konsultasi tingkat tinggi secara rutin serta optimalisasi mekanisme bilateral yang sudah ada. Langkah tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan menjaga dialog strategis antara kedua negara.
Prabowo berharap berbagai kesepakatan yang dibahas bersama El-Sisi dapat diterjemahkan menjadi program konkret dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.
Pengajaran bahasa dan sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar menjadi salah satu perkembangan penting dalam hubungan pendidikan Indonesia-Mesir, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pertukaran pelajar, tenaga pendidik, dan kebudayaan.****





