Fajarasia.id – Isu lintas batas terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia dan Malaysia. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim berkomunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan Presiden RI Prabowo Subianto guna membahas penanggulangan kabut asap yang mulai berdampak pada kualitas udara di kawasan.
Menanggapi komunikasi tingkat tinggi tersebut, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyampaikan bahwa pihak Indonesia telah menindaklanjuti secara diplomatis melalui komunikasi intensif dengan Menlu Malaysia. Dalam pembicaraan tersebut, pemerintah Indonesia memaparkan secara rinci berbagai upaya masif yang tengah berjalan di lapangan.
“Kita sudah menjelaskan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh Indonesia, seperti menerjunkan lebih dari 60.000 personel. Kita juga mengerahkan sekitar 48 helikopter dan pesawat untuk operasi *water bombing* serta rekayasa cuaca,” ujar Menlu yang akrab disapa Tata di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (11/10/2026).
Ia mengakui dinamika arah angin dan kondisi cuaca kering menjadi tantangan tersendiri dalam pengendalian pola sebaran asap. Meski demikian, penanganan diharapkan dapat membaik seiring masuknya prediksi musim hujan.
Sebelumnya, PM Anwar Ibrahim mengungkapkan pembicaraannya dengan Presiden Prabowo yang berlangsung pada Kamis (8/10/2026). Anwar mengapresiasi respons positif Presiden Prabowo yang berkomitmen mengambil langkah penanganan yang diperlukan demi memitigasi dampak asap karhutla.
Malaysia sendiri telah mengaktifkan operasi penyemaian awan secara rutin oleh Angkatan Udara Kerajaan Malaysia (RMAF) untuk meredakan dampak kabut asap di wilayahnya. Di samping itu, PM Anwar menginstruksikan jajaran menterinya untuk terus berkoordinasi erat dengan kementerian terkait di Indonesia serta memprakarsai komunikasi dengan Sekretariat ASEAN guna mengordinasikan pertemuan tingkat menteri lingkungan hidup kawasan.****





