Mentrans Gandeng Kampus Top China, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru di Luar Jawa

Mentrans Gandeng Kampus Top China, Siapkan Mesin Pertumbuhan Baru di Luar Jawa

Fajarasia.id  – Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menggandeng Peking University, China, untuk menjajaki kolaborasi riset yang bertujuan mempercepat lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat industrialisasi daerah, membuka lapangan kerja yang lebih luas, sekaligus mendorong pemerataan investasi dan kesejahteraan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam kuliah umum bertajuk Industrialisation Beyond Java: Transmigration and Indonesia’s New Growth Centres di Institute of South-South Cooperation and Development (ISSCAD), Peking University, Iftitah menegaskan bahwa transmigrasi perlu memasuki babak baru yang tidak lagi sekadar berfokus pada perpindahan penduduk.

Menurut dia, program transmigrasi harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan industri di luar Jawa sehingga daerah-daerah potensial dapat berkembang menjadi pusat ekonomi baru.

“Babak berikutnya dari transmigrasi harus membantu mendorong industrialisasi di luar Jawa. Ini menyangkut di mana Indonesia membangun kapasitas produksi, di mana pekerjaan yang baik tercipta, dan apakah masyarakat di seluruh kepulauan kita dapat mengambil bagian dalam pertumbuhan negara,” ujar Iftitah dalam keterangannya, Selasa (13/10).

Sebagai langkah awal, Kementerian Transmigrasi menawarkan kerja sama penelitian terapan yang melibatkan peneliti dan mahasiswa dari Indonesia maupun China. Satu hingga dua kawasan transmigrasi diusulkan menjadi lokasi kajian bersama guna memetakan potensi pengembangan ekonomi daerah.

Penelitian tersebut akan mencakup berbagai aspek, mulai dari potensi ekonomi dan rantai nilai, hambatan investasi, kebutuhan keterampilan tenaga kerja, hingga pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan masyarakat setempat.

Iftitah menegaskan hasil kajian tidak boleh berhenti sebagai karya akademik semata. Temuan penelitian diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret yang dapat dimanfaatkan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam merancang pembangunan kawasan secara berkelanjutan.

Selain itu, ia membuka peluang kerja sama lebih luas di kawasan Salor dan Wanam, Merauke, Papua Selatan. Kedua wilayah tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk pengembangan pertanian, teknologi, peningkatan keterampilan sumber daya manusia, hingga sistem produksi pangan modern.

Menurut Iftitah, daerah penghasil sumber daya alam perlu didorong agar tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah. Pengolahan hilir dan penciptaan nilai tambah harus dilakukan di daerah sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung masyarakat lokal.

“Suatu daerah harus memiliki peran yang lebih besar daripada sekadar memasok bahan mentah. Daerah juga harus mampu menghasilkan nilai tambah,” katanya.

Ia menambahkan, pengalaman dan kemajuan teknologi yang dimiliki China dapat menjadi referensi penting bagi Indonesia dalam mengembangkan kawasan berbasis potensi daerah. Namun, penerapannya tetap harus disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan di Indonesia.

Lebih lanjut, Iftitah menekankan keberhasilan pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk. Yang terpenting adalah terciptanya pekerjaan berkualitas, meningkatnya pendapatan masyarakat, tumbuhnya keterlibatan UMKM dalam rantai pasok industri, serta terbukanya peluang ekonomi yang lebih merata.

Dengan pendekatan tersebut, transmigrasi diharapkan berkembang menjadi strategi pembangunan kawasan yang terintegrasi dengan industri dan aktivitas produksi nasional.

“Indonesia yang kuat harus memiliki lebih dari satu pusat peluang. Mari kita dekatkan peluang kepada masyarakat dan bersama-sama membangun pusat pertumbuhan Indonesia berikutnya,” ujar Iftitah.

Kolaborasi dengan Peking University ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah untuk mempercepat munculnya episentrum ekonomi baru di luar Jawa, sekaligus memperkuat pemerataan pembangunan di berbagai penjuru Tanah Air.***

Pos terkait