Kabut Asap Karhutla RI Masuk Agenda Menteri ASEAN

Kabut Asap Karhutla RI Masuk Agenda Menteri ASEAN

Fajarasia.id — Penanganan kabut asap lintas batas (transboundary haze) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia dipastikan masuk dalam agenda pembahasan Pertemuan Tingkat Menteri Luar Negeri ASEAN pada November 2026. Pertemuan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian persiapan menuju Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

Kepastian tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, menyusul kepemimpinan Filipina sebagai Ketua ASEAN saat ini.

Bencana karhutla yang melanda wilayah Sumatra dan Kalimantan dalam beberapa bulan terakhir disebut-sebut sebagai yang terparah dalam 11 tahun terakhir. Fenomena ini diperparah oleh cuaca ekstrem El Niño yang kuat, hingga memicu sebaran asap pekat ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Dampak buruk pencemaran udara ini melumpuhkan berbagai sektor kehidupan di kawasan. Pekan lalu, Pemerintah Malaysia terpaksa meliburkan sekolah di sejumlah negara bagian akibat kualitas udara yang menyentuh level tidak sehat. Tak hanya itu, sektor penerbangan turut terpukul; maskapai Firefly bahkan membatalkan rute penerbangan Kuala Lumpur–Singapura sejak Sabtu lalu demi alasan keselamatan penerbangan.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyatakan siap membawa isu ini ke meja diplomasi ASEAN. Menurutnya, mekanisme penanganan bencana regional yang ada saat ini belum memadai untuk mengatasi krisis kabut asap lintas negara.

Meskipun Malaysia telah menawarkan bantuan pemadaman, upaya di lapangan masih terhambat oleh keterbatasan jarak pandang, sulitnya akses darat menuju titik api, serta kondisi atmosfer yang belum memungkinkan untuk operasi modifikasi cuaca (cloud seeding).****

 

Pos terkait