Fajarasia.id — Kiper timnas Indonesia, Emil Audero, tampil penuh saat Rayo Vallecano bermain imbang 1-1 melawan Getafe pada pekan kesembilan Liga Spanyol di Stadion Coliseum, Madrid, Senin malam waktu setempat.
Emil dipercaya menjaga gawang Rayo sejak menit pertama hingga pertandingan berakhir. Berdasarkan catatan La Liga, penjaga gawang berdarah Lombok, Nusa Tenggara Barat, itu membukukan tiga penyelamatan sepanjang laga.
Selain itu, Emil mencatatkan satu kali tinjuan bola dan tingkat akurasi operan mencapai 72 persen. Penampilannya membantu Rayo bertahan di tengah tekanan Getafe, meski timnya gagal membawa pulang kemenangan.
Rayo sebenarnya memiliki peluang besar untuk mengamankan tiga poin setelah unggul lebih dahulu dan bermain dengan kelebihan jumlah pemain sejak babak pertama.
Rayo Vallecano membuka keunggulan pada menit ke-11. Umpan Jorge de Frutos berhasil dikonversi Alvaro Garcia Rivera menjadi gol yang membawa tim tamu memimpin 1-0.
Situasi semakin menguntungkan Rayo ketika Getafe harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-28. Kapten sekaligus bek Getafe, Djene Dakonam, menerima kartu kuning kedua setelah melakukan pelanggaran terhadap Alvaro Garcia.
Meski kehilangan satu pemain, Getafe mampu menjaga organisasi pertahanan dan tetap mencari peluang melalui serangan balik.
Upaya tuan rumah membuahkan hasil pada menit ke-56. Berawal dari serangan balik, Francho Serrano mengirimkan umpan silang akurat yang disambut Martin Satriano dari jarak dekat. Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1.
Setelah kebobolan, Rayo meningkatkan tekanan untuk kembali unggul. Keuntungan jumlah pemain membuat tim tamu lebih leluasa menguasai permainan dan melancarkan serangan ke pertahanan Getafe.
Namun, rapatnya barisan belakang tuan rumah membuat sejumlah upaya Rayo tidak menghasilkan gol tambahan. Getafe mampu mempertahankan kedudukan hingga pertandingan berakhir.
Hasil imbang ini membuat Rayo Vallecano menempati peringkat ke-13 klasemen sementara dengan sembilan poin dari delapan pertandingan. Getafe berada tepat di bawahnya, yakni posisi ke-14, dengan jumlah poin yang sama.
Bagi Emil Audero, kesempatan bermain penuh menjadi tambahan pengalaman penting di kompetisi kasta tertinggi Spanyol. Sementara bagi Rayo, kegagalan memanfaatkan keunggulan jumlah pemain menjadi pekerjaan rumah untuk pertandingan berikutnya.****





