Bahlil Tancap Gas, Energi dan Mineral Jadi Fokus 2026

Bahlil Tancap Gas, Energi dan Mineral Jadi Fokus 2026

Fajarasia.id – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi dan mengoptimalkan potensi sumber daya mineral nasional sebagai fondasi menuju Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil dalam momentum peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 yang jatuh pada 28 September 2026. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan sektor energi dan pertambangan sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat kedaulatan energi nasional.

“Selamat Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kita terus mewujudkan kemandirian energi dan mengoptimalkan kekayaan mineral untuk mendorong Indonesia maju dan sejahtera. Energi kuat, Indonesia berdaulat,” tulis Bahlil melalui akun media sosial resminya.

Peringatan tersebut sekaligus menjadi penanda berbagai program strategis yang telah disiapkan Kementerian ESDM sepanjang 2026. Program-program itu mencakup pembangunan infrastruktur migas, perluasan akses listrik, pengembangan energi baru terbarukan, hingga penguatan sektor geologi.

Pada sektor minyak dan gas bumi (migas), pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,42 triliun untuk sejumlah proyek strategis. Di antaranya pembangunan Pipa Gas Bumi Cisem II, Pipa Transmisi Gas Bumi Dumai, serta jaringan pipa gas Cirebon-Bandung dan Semarang-Solo-Yogyakarta.

Selain itu, pemerintah mempercepat pengembangan jaringan gas rumah tangga (jargas). Program tersebut mencakup pembangunan lebih dari 1,1 juta sambungan rumah baru melalui sejumlah skema proyek multiyears guna mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap energi impor.

Kementerian ESDM juga menyiapkan program konverter kit bagi petani sebanyak 14.000 paket untuk mendukung pemanfaatan energi yang lebih efisien di sektor pertanian.

Di bidang ketenagalistrikan, anggaran program strategis mencapai Rp10,80 triliun. Fokus utamanya adalah memperluas akses listrik hingga ke daerah-daerah yang belum terlistriki melalui program Listrik Desa (Lisdes).

Sebanyak 3.054 lokasi ditargetkan memperoleh infrastruktur kelistrikan baru pada 2026. Pemerintah juga menyiapkan Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) untuk 225.000 rumah tangga guna mendorong pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Sementara pada sektor energi baru terbarukan dan konservasi energi (EBTKE), pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp541,35 miliar. Anggaran tersebut akan digunakan untuk pembangunan 39 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), tiga unit Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), serta pemetaan potensi energi baru terbarukan di 34 provinsi.

Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi transisi energi nasional sekaligus memperkuat bauran energi bersih di berbagai wilayah Indonesia.

Tak hanya itu, sektor geologi juga mendapat perhatian melalui pengadaan Kapal Geomarin V dengan nilai anggaran Rp60,32 miliar. Kapal tersebut diharapkan memperkuat kegiatan survei dan pemetaan sumber daya geologi nasional.

Melalui serangkaian program tersebut, Kementerian ESDM menargetkan ketahanan energi nasional semakin kuat sekaligus meningkatkan nilai tambah dari kekayaan sumber daya alam Indonesia. Pemerintah berharap pembangunan infrastruktur energi dan optimalisasi sektor mineral dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi serta pemerataan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.****

Pos terkait