Fajarasia.id – Kepolisian kontraterorisme Inggris tengah menyelidiki dugaan ancaman bom terhadap pangkalan militer yang digunakan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) di RAF Fairford. Dalam perkembangan terbaru, Iran disebut menjadi salah satu pihak yang masuk dalam fokus penyelidikan.
Aparat keamanan Inggris telah menangkap lima pria di sekitar pangkalan RAF Fairford, wilayah barat Inggris, pada Minggu (27/9/2026). Kelimanya kini ditahan atas dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan bahan peledak dan tindak terorisme.
RAF Fairford merupakan salah satu pangkalan strategis militer AS di Eropa. Fasilitas tersebut selama ini digunakan sebagai pusat operasi berbagai misi udara, termasuk peluncuran serangan terhadap sejumlah target rudal Iran.
Ancaman terhadap pangkalan itu sebenarnya bukan isu baru. Pada Juli lalu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara terbuka memperingatkan bahwa setiap pangkalan yang digunakan untuk menyerang Iran dapat dianggap sebagai target yang sah.
Pernyataan serupa juga pernah disampaikan Duta Besar Iran untuk Inggris, Seyed Ali Mousavi. Ia menegaskan bahwa penggunaan RAF Fairford oleh pesawat pengebom AS merupakan persoalan yang berkaitan langsung dengan kepentingan pertahanan Iran.
Ketegangan itu kini kembali mencuat setelah laporan media Inggris menyebut aparat keamanan menduga adanya kemungkinan keterlibatan Iran dalam dugaan rencana serangan tersebut. Surat kabar The Daily Telegraph melaporkan bahwa Teheran dinilai sebagai salah satu aktor yang paling mungkin berada di balik komplotan yang sedang diselidiki.
Laporan itu juga menyebut, apabila keterlibatan Iran terbukti, pola operasinya berbeda dari sejumlah kasus sebelumnya yang diduga menggunakan jaringan proksi kriminal. Dugaan terbaru justru mengarah pada kemungkinan keterlibatan yang lebih langsung.
Meski demikian, pemerintah Inggris belum memberikan konfirmasi resmi terkait arah penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai kemungkinan keterlibatan Iran, Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting memilih bersikap hati-hati.
“Sangat tidak bijaksana bagi saya untuk berspekulasi,” ujarnya.
Insiden ini terjadi di tengah hubungan yang masih tegang antara Washington dan Teheran. Upaya diplomasi kedua negara dilaporkan masih menghadapi jalan buntu setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal bersyarat Iran terkait pembukaan kembali Selat Hormuz.
Kendati demikian, peluang dialog belum sepenuhnya tertutup. Trump dalam wawancara dengan media AS menyatakan masih berharap perundingan lanjutan antara kedua negara dapat kembali berlangsung dalam pekan ini.
Penyelidikan atas dugaan ancaman bom di RAF Fairford kini menjadi perhatian serius otoritas Inggris. Selain menyangkut keamanan nasional, kasus tersebut juga berpotensi menambah ketegangan geopolitik yang sudah memanas antara Barat dan Iran dalam beberapa bulan terakhir.****





