Yan Mandenas :Pendidikan di Papua Harus Gratis

Yan Mandenas :Pendidikan di Papua Harus Gratis

Fajarasia.id – Anggota Komisi I DPR Yan Mandenas mengatakan, dengan langsung turunnya dana Otonomi Khusus (Otsus) di Kabupaten/Kota di Papua, seharusnya pendidikan di Papua gratis. Ia menyebut selama Otsus berjalan sebelumnya, belum ada pimpinan daerah yang berani memberikan pelayanan pendidikan gratis.

Mandenas mengatakan, tahun ini ia menantang para bupati atau walikota untuk memberikan pelayanan pendidikan gratis kepada warganya. Menurut dia, dana Otsus yang ditransfer langsung kepada para pemerintahan kabupaten/kota di Papua wajib difokuskan untuk mendukung bidang pendidikan guna memajukan sumber daya manusia warga Papua.

“Kita akan mencari formasi yang tepat, dan bersama Menteri Keuangan sedang dijajaki agar dana Otsus bisa digunakan untuk membiayai pendidikan gratis,” ujar Mandenas lewat rilisnya, Senin (27/2/2023).

Menurut Mandenas, sektor pendidikan bukan hanya membangun sekolah dan menyediakan fasilitas lengkap. Tetapi juga penyediaan tenaga guru berbobot yang berdampak bagi perkembangan dunia pendidikan di Papua.

“Ada beberapa catatan yang saya dapat saat ini dari masukan masyarakat, yakni mereka menghendaki pembangunan sekolah agar anak-anak mereka bisa sekolah di desa dengan baik. Saya akan usulkan agar dana Otsus itu bisa fleksibel digunakan untuk pendidikan,” ucapnya.

Saat berkunjung di Desa Sowek, anggota Fraksi Partai Gerindra DPR RI itu juga mendapat keluhan warga masyarakat yang menginginkan memiliki rumah yang layak. Kemudian kebutuhan akan listrik serta peralatan nelayan untuk mendukung mata pencaharian mereka sebagai nelayan.

“Saya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar apa yang bisa ditangani pemerintah segera dilakukan. Seharusnya saat ini kita membantu masyarakat yang kini berada di daerah terluar seperti di Desa Sowek ini,” katanya.

Desa Sowek merupakan daerah terluar yang berada di Kabupaten Supiori, Provinsi Papua. Desa yang penduduknya bermukim di atas laut sejak turun-temurun ini, jumlah penduduknya sekitar lebih kurang 5 ribu orang. Hingga saat ini masyarakatnya masih tergolong miskin karena kehidupannya masih tergantung dengan hasil laut.

Pos terkait