Fajarasia.co – Berawal dari kepedulian terhadap lingkungan, Salikin, pria asal Dusun Sandongan, Desa Saribaya, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, coba menggeluti budidaya belatung atau maggot. Belatung ini bukan sembarang belatung, karena berasal dari jenis Black Soldier Fly.
Jenis itu biasa dikenal dengan nama lalat tentara hitam dalam Bahasa Indonesia. Kemampuannya adalah mengurai sampah organik.
“Saya mulai budidaya maggot sejak 2017 atas dasar kepedulian. Kita tahu fasilitas pembuangan sampah itu terbatas dan bisa mencemari lingkungan,” kata Salikin, 42 tahun, saat diwawancarai RRI, Sabtu (13/08/2022).
Limbah organik sejak lama jadi persoalan buat masyarakat dan pemerintah. Maka budidaya maggot kalau dikembangkan serius, bisa menolong banyak pihak.
Diketahui selama hidupnya, maggot mengonsumsi makanan organik. Sehingga kemampuannya dalam memakan limbah organik sangat memukau.
“Maggot bisa mengurai sampah organik hingga lima kali lipat berat badannya. Misalnya 1 kilogram tentara maggot, maka bisa mengurai sampah organik hingga 5 kilogram,” ujar .
Untuk mendapatkan limbah organik, Salikin menyebutkan bekerja sama dengan berbagai pihak. Misalnya pengelola pasar tradisional, perusahaan, rumah sakit, hingga pondok pesantren.
“Sumber sampah kami dapatkan dari pasar, perusahaan yang memiliki produk kedaluwarsa, atau limbah dapur rumah sakit, rumah makan, dan pondok pesantren,” katanya.
Budidaya maggot ini juga bisa meningkatkan perekonomian. Itu karena diketahui maggot memiliki potensi pasar yang besar.
“Maggot banyak dicari peternak ayam, burung, atau dan ikan. Mereka tahu maggot punya protein tinggi buat pakan ternaknya,” ucap Salikin.
Ia lantas mengungkapkan dalam sebulan, “Rumah Maggot Lombok” miliknya mampu memproduksi 1 ton maggot. Sekilo maggot segar dijual dengan harga Rp5.000-7.000, kalau maggot kering dijual dengan harga Rp70.000-100.000 per kilogram.
“Alhamdulillah dalam sebulan dapat jutaan hingga puluhan juta rupiah. Sebab tidak ada yang tersisa dari maggot, bahkan komposnya bisa buat pupuk,” ujar Salikin.****





