Fajarasia.co – Wakil Presiden Ma’ruf Amin menekankan, obat-obatan disinyalir menjadi penyebab ginjal akut pada anak diteliti secara benar. Serta, memastikan obat-obatan serupa tidak lagi beredar di pasaran.
“Yang penting itu pemerintah sudah melakukan langkah dan saya tekankan lagi. Langkah penarikan obat yang menyebabkan terjadinya gagal ginjal itu supaya betul-betul diteliti di pasar itu,” kata Wapres ketika ditemui, Sabtu (22/10/2022) di Jakarta.
“Bahkan, juga kalau perlu bukan hanya yang ada di apotek-apotek. Mungkin penyebab lain obat-obat yang misalnya di tempat di luar apotek juga harus dilakukan,” ujarnya.
Terkait penanganan kasus, Wapres menyebut, sepenuhnya diserahkan kepada pihak kepolisian. Proses itu dilakukan guna memastikan apakah terjadi tindak kesengajaan atau tidak.
“Masalah apakah kemungkinan ada tindak pidana itu, saya kira pihak kepolisian yang melihat apakah ada atau tidak. Jadi, itu apa ada kesengajaan atau ada unsur lain,” ujar Wapres.
Adanya kasus gagal ginjal akut atau Acute Kidney Injury (AKI) pada anak, perlu ditindaklanjuti. Yaknioleh pihak terkait untuk selektif memberikan izin edar obat di masyarakat.
“Kementerian kesehatan dan BPOM supaya juga selektif betul. Untuk memberikan ijin edar bagi obat-obat bagi masyarakat,” ucapnya.
Sejauh ini, Kemenkes melaporkan pasien AKI mencapai 241, menyebabkan 133 orang meninggal dunia dari 22 provinsi per 21 Oktober. Sementara, Kemenkes juga telah menginstruksikan apotek dan dokter untuk tidak menjual maupun meresepkan obat sirup.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan lima sirup obat batuk/parasetamol yang mengandung cemaran etilen glikol, melebihi ambang batas yang telah ditentukan. Intoksikasi etilen glikol dari obat sirup dan infeksi virus, diketahui menjadi beberapa faktor risiko penyebab AKI pada anak.
Pekan ini Kemenkes merilis 102 obat yang diduga mengandung senyawa penyebab kasus ginjal akut pada anak. Dimana daftar obat dirilis setelah Kemenkes memeriksa 156 anak yang mengonsumsi obat-obat tersebut, yang kemudian menyebabkan gangguan ginjal.***





