Fajarasia.id – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengenal sosok almarhum Kiai Ali Yafie sebagai seorang tokoh yang patut diteladani karena ilmunya. Seperti yang diketahui, Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1998-2000 tersebut meninggal pada, Sabtu (25/2/2023).
“Beliau ini guru saya, senior saya. Bagi saya beliau itu seorang yang banyak ilmunya, tidak hanya menyangkut keagamaan, tapi juga kebangsaan,” kata Wapres usai melayat ke rumah duka, Minggu kemarin melalui rilisnya yang diterima Redaksi, Senin (27/2/2023) .
“Beliau senantiasa memberikan bimbingannya dengan cara yang santun dan rasional, yang sangat teguh berpegang pada ajaran agama,” ujarnya. Wapres juga terkesan akan kepandaian Kiai Ali Yafie dalam menjalin komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat.
“Beliau bisa begaul dengan siapa saja dan mampu berkomunikasi dengan segala lapisan. Orang baik dan patut diteladani dalam banyak hal,” ujarnya.
Didampingi Wury Ma’ruf Amin, Wapres di lokasi takziah pada pukul 12.00 WIB. Pada kesempatan tersebut, Wapres mengungkapkan rasa duka citanya kepada keluarga almarhum dan memimpin pembacaan tahlil serta doa.
“Mudah-mudahan amal ibadahnya diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala, kesalahan dan kekurangan dimaafkan, di tempat yang layak di sisi-nya. Termasuk kita umat Islam ditinggalkan beliau juga sangat kehilangan,” ucap Wapres.
Kiai Ali Yafie dimakamkan di TPU Tanah Kusir Blok AA 1 Blad 003. Ia dimakamkan setelah sebelumnya disalatkan terlebih dahulu di Masjid Raya Bintaro dan Masjid An- Nashr, Bintaro.
Kiai Ali Yafie lahir di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pada 1 September 1926. Ia merupakan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 1998-2000.
Ali Yafie juga pernah menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 1991-1992. Selain itu, ia juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Darud Da’wah wal Irsyad Pare-Pare, Sulawesi Selatan.***





