Fajarasia.co- Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono menyambut juara dunia panjat tebing asal Indonesia di Terminal 3 Kedatangan Internasional Soekarno Hatta, Tangerang, Rabu (11/5/2022).
Gatot menyambut kontingen tersebut usai mereka menorehkan hasil gemilang pada ajang Climbing World Cup IFSC 2022 di Seol, Korea Selatan belum lama ini. Menurut Gatot yang juga Dewan Penasihat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) itu, tim nasional panjat tebing kali ini masih fokus di kategori speed World Record sebagai keunggulan Indonesia.
“Target kami bendera Indonesia bisa berkibar di podium Olimpiade Paris 2024. Menuju ke sana, World Cup 2022 yang akan diseleggarakan di Jakarta dan World Cup 2023 secara konsisten menjadi prioritas batu loncatan FPTI,” katanya kepada wartawat di lokasi.
“Sebagai Wakapolri sekaligus Dewan Pembina FPTI, saya mendukung anak-anak muda ini mengibarkan Merah Putih di laga internasional,” lanjutnya.
Hadir pula pada kesempatan itu, Ketua Umum FPTI Yenni Wahid, Bendahara FPTI Brigjen Pol Herry Heryawan, beserta Kapolresta Bandara Soekarno Hatta Kombes Pol Sigit Dani Setiono.
Yenni pun mengucap syukur atas keberhasilan kontingen panjat tebing Indonesia.
“Alhamdulillah bendera Indonesia berkibar di 3 podium, juara 1, 2, dan 3,” ucapnya.
Anak dari mantan Presiden Indonesia Abdurahman Wahid atau Gus Dur itu menegaskan, hasil tersebut luar biasa karena baru kali ini Indonesia berhasil menyapu bersih di kategori men’s speed.
“Ini juga menunjukkan bahwa kami konsisten mendampingi atlet panjat tebingIndonesia demi kejayaan olah raga kita,” imbuhnya.
Disampaikan Yenny, Veddriq Leonardo berhasil keluar sebagai pemenang setelah mengungguli rekan senegaranya, Kiromal Katibin, pada babak final men’s speed.
Atas raihan tersebut, lanjutnya, Veddriq berhak mendapatkan medali emas dalam turnamen yang diselenggarakan pada 6-8 Mei 2022 di Seoul, Korea Selatan.
“Sementara Kiromal Katibin yang sempat memecahkan rekor dunia men’s speed mengalami false start pada babak final sehingga hanya bisa mendapatkan medali perak,” urai Yenny.
Adapun Rahmad Adi Mulyono unggul atas atlet Italia, Ludovico Fossali. Kala itu, Rahmad menang setelah lawan jatuh (fall) dan gagal mencapai top. Selain itu, atlet Indonesia lain juga mendapat raihan positif dalam turnamen tersebut, seperti Rahmad Adi medali perunggu untuk kategori speed pria, rangking 5 untuk Zaenal Aripin dalam kategori speed pria dan terakhir rangking 5 untuk Rajah Salsabillah dalam kategori speed wanita.
“Sebelum memenuhi podium, atlet-atlet Indonesia sudah memenuhi slot 16 besar. Dari 16 slot yang ada, tujuh di antaranya merupakan atlet Indonesia,” tuturnya..***





