Fajarasia.co – Viral di media sosial puluhan warga Desa Setiajaya, Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, menggeruduk kantor Polsek Cabangbungin. Kedatangan mereka untuk meminta anaknya segera dibebaskan setelah diamankan petugas Polsek Cabangbungin.
Sebelumnya, petugas kedapatan para pelajar yang melakukan aksi tawuran antar pelajar SMPN 1 Cabangbungin, dengan MTS Kasipa Cabangbungin, yang terjadi di lokasi jembatan rusak Jalan Raya Cabangbungin, Sabtu (17/9/2022) lalu, sekira jam 14.00 WIB.
Menanggapi hal itu, Kapolsek Cabangbungin AKP Robiin membenarkan, peristiwa kejadian berawal setelah ada salah seorang pelajar yang terluka di bagian kepala akibat terkena sabetan gesper atau ikat pinggang ke Polsek Cabangbungin.
Setelah mendapat laporan adanya aksi tawuran tersebut, petugas beserta jajaran langsung mendatangi ke lokasi kejadian, dan mendatangi pihak sekolah yang sudah diketahui identitasnya.
“Saya langsung datang ke SMPN 1 Cabangbungin, ibu kepala sekolah saya minta namanya berinisial N biodatanya alamatnya di mana, udah dikasih, saya langsung samperin ke rumahnya itu kebetulan baru selesai mandi saya tungguin,” kata AKP Robiin.
“Pas udah ketemu langsung saya tenteng si korban tuh dia kaget, abis itu langsung saya bawa ke Polsek, dari keterangan N itu langsung kami kembangkan,” tuturnya.
Robiin menjelaskan, setelah dikembangkan pihaknya mengamankan belasan pelajar dari empat puluh orang anak pelajar yang terlibat aksi tawuran tersebut, kemudian dilanjutkan untuk dimintai keterangan.
Namun, belum selesai dimintai keterangan puluhan warga dan wali murid menggeruduk ke kantor Polsek Cabangbungin minta anak-anaknya segera dibebaskan.
“Selanjutnya petugas pun kemudian membuat pernyataan terhadap para orangtua murid, agar anak-anaknya tidak mengulangi tawuran lagi,” tegas Robiin, Senin (19/9/2022).
Sementara itu, Kapolsek menegaskan kepada masing-masing pihak sekolah dan para orangtua agar tidak terjadi tawuran kembali terjadi.
“Kami meminta para guru agar membentuk satgas sekolah agar selalu memperhatikan anak didiknya, agar tidak terjadi tawuran lagi,” tutupnya.****





