Fajarasia.id – Setelah dua bulan dinonaktifkan dari jabatannya sebagai anggota DPR RI, Uya Kuya akhirnya angkat bicara mengenai statusnya di parlemen. Ia menegaskan bahwa selama masa nonaktif tersebut, dirinya tidak menerima penghasilan maupun fasilitas dari negara.
“Sejak dinonaktifkan, saya tidak menerima gaji, tidak ada tunjangan, tidak dapat apa-apa. Demi Allah, benar-benar tidak,” ujar Uya saat tampil di program FYP Trans7, Kamis (30/10/2025).
Ia menambahkan bahwa semua hak keuangan sebagai anggota dewan telah dihentikan. “Gaji stop, tunjangan juga tidak ada,” tegasnya.
Uya Kuya merupakan legislator dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang terpilih melalui Dapil DKI Jakarta II, mencakup wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, dan pemilih luar negeri. Ia dilantik pada Oktober 2024 untuk periode 2024–2029 dan sempat bertugas di Komisi VII yang membidangi sektor energi, riset, dan lingkungan hidup.
Namun, pada Agustus 2025, PAN memutuskan untuk menonaktifkan sementara Uya Kuya menyusul aksi demonstrasi besar-besaran yang berujung pada kerusuhan. Dalam insiden tersebut, rumah Uya di kawasan Pondok Bambu, Jakarta Timur, menjadi sasaran penjarahan.
Tak hanya Uya, sejumlah anggota DPR lainnya seperti Ahmad Sahroni dan Eko Patrio juga terdampak dalam situasi yang memanas tersebut. Rumah Uya mengalami kerusakan parah dan keluarganya harus dievakuasi demi keselamatan.
Penonaktifan Uya dan Eko Patrio oleh PAN berlaku efektif mulai 1 September 2025. Hingga kini, belum ada kepastian apakah Uya akan kembali menduduki kursi DPR atau digantikan melalui mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW).
Meski statusnya masih belum jelas, Uya menyatakan bahwa ia menghormati keputusan partai dan menyerahkan sepenuhnya proses kepada internal PAN. Sementara itu, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) masih menggelar sidang terkait statusnya.
Sebelum terjun ke dunia politik, Uya Kuya dikenal sebagai figur publik yang aktif di dunia hiburan sebagai presenter, artis, dan mentalis lewat berbagai program televisi populer.****




