Fajarasia.id – Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menyampaikan keprihatinan atas konflik berkepanjangan antara Israel dan Hizbullah yang semakin membahayakan keselamatan pasukan penjaga perdamaian di Lebanon selatan.
Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel, menegaskan bahwa baku tembak kedua pihak kerap terjadi di dekat posisi misi PBB. “Tentara Israel dan pejuang Hizbullah terus menembakkan proyektil dan peluru ke atau di dekat posisi kami. Aksi-aksi ini membahayakan pasukan penjaga perdamaian,” ujarnya.
Ardiel mengungkapkan sejumlah personel PBB telah gugur dan mengalami cedera akibat insiden tersebut. Ia juga menyoroti keberadaan kombatan di sekitar area tempat pasukan PBB tinggal dan bekerja, yang berpotensi memicu tembakan balasan.
UNIFIL mendesak semua pihak untuk segera menghentikan serangan dan bekerja menuju gencatan senjata. “Tidak ada solusi militer untuk konflik ini. Pertempuran yang berkelanjutan hanya akan menimbulkan lebih banyak kematian dan kehancuran,” tegas Ardiel.
Sejak awal Maret, Hizbullah melancarkan rentetan roket ke Israel sebagai respons atas serangan udara dan darat Israel di Lebanon selatan, serta pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari. Meski gencatan senjata telah berlaku sejak November 2024, eskalasi terbaru menunjukkan konflik masih jauh dari penyelesaian.****




