Transaksi di Trade Expo Indonesia Lebih Rp9 Triliun

Transaksi di Trade Expo Indonesia Lebih Rp9 Triliun

Fajarasia.id – Kementerian Perdagangan mencatat nilai kontrak dagang sebesar 625 juta dolar AS (Rp9,3 triliun) pada hari kedua pelaksanaan pameran Trade Expo Indonesia (TEI). Niai tersebut diperoleh dari 60 penandatanganan MoU eksportir Indonesia dengan para pembeli internasional.

“Kami optimis TEI tahun ini akan mencapai target dan laris manis. Masih akan ada penandatanganan kontrak- kontrak dagang berikutnya hingga akhir pameran fisik TEI ke-38 pada Minggu,” kata Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, Didi Sumedi dalam keterangan tertulis, Jumat (20/10/2023).

Dari penandatanganan kontrak dagang tersebut, kata Didi, nilai terbesar berasal dari pembeli PEA sebesar 295,6 juta dolar AS. Nilai kontrak dari PEA ini bahkan didominasi produk perhiasan sebesar 280 juta dolar AS.

“Produk-produk Indonesia yang termasuk dalam kontrak dagang hari kedua meliputi perhiasan, makanan dan minuman, karpet, dekorasi rumah, peralatan kaca. Ada juga kontrak dagang teh, bulu mata palsu, peralatan dapur, biji kopi, obat batuk, pupuk organik, produk kertas, fesyen modest, dan bubuk kakao,” ujar Didi.

Lebih lanjut, Didi mengatakan TEI berhasil mencerak 99 kontrak dagang bernilai 4,9 miliar dolar AS. Kontrak itu melibatkan 18 negara mitra dengan lima transaksi terbesar disumbangkan dari India dengan nilai kontrak 3,3 miliar dolar AS.

“Kemudian ada Belanda dengan nilai kontrak 630,71 juta dolar AS, Jepang 326,90 juta dolar AS. Selanjutnya, Malaysia 232,69 juta dolar AS, dan Amerika Serikat 220 juta dolar AS,” ungkap Didi.

Adapun produk-produk yang masuk dalam kontrak dagang ini antara lain, kelapa sawit, makanan dan minuman, produk kertas. Juga produk funitur, panel surya, produk perikanan, batu bara, produk kelapa, personal care, kopi, dan lain-lain.****

Pos terkait