TNI AL Perkuat Pengamanan Bali Jelang KTT G20

TNI AL Perkuat Pengamanan Bali Jelang KTT G20

Fajarasia.co – TNI Angkatan Laut (TNI AL) memperkuat pengamanan di akses masuk ke wilayah Bali melalui perairan. Pengaman dilakukan Menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pertengahan November 2022.

Komandan Pangkalan TNI AL Denpasar, Kolonel Marinir I Dewa Nyoman Gede Rake Susilo bertindak sebagai Dansubsatgas PAM Pelabuhan. Ia menyampaikan, guna mengamankan akses masuk ke Bali melalui jalur laut, jajarannya telah menempatkan pasukan di sejumlah titik.

Pasukan TNI AL mempertebal pengamanan di sejumlah lokasi strategis. Di antaranya pelabuhan Benoa, Jalur Tol Laut Bali Mandara, dan laut sekitar Bandara I Gusti Ngurah Rai.

“Siapapun yang melintasi wilayah perairan ini akan diperiksa terlebih dulu, termasuk para nelayan. Orang yang keluar masuk melalui pelabuhan agar dilengkapi dengan identitas diri,” katanya, Kamis (10/11/2022).

Sebab, katanya, personel TNI AL dan kepolisian berjaga akan mengecek identitas diri, dan barang bawaan dari yang melintas. “Telah disosialisasikan adanya jam malam pukul 22.00, pembatasan aktivitas di area pelabuhan kepada para ABK maupun nelayan,” ujarnya.

Satuan Tugas Laut Pengamanan VVIP Presidensi G20 TNI AL telah mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI). Seluruh kapal perang dalam kondisi siap tempur.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menegaskan, tuan rumah G20 merupakan kepercayaan, kehormatan, serta kebanggaan. Namun, sebagai tuan rumah punya tanggung jawab untuk menyukseskan penyelenggaraan KTT G20.

“Tanggung jawab dan tantangan bagi kita untuk memastikan pertemuan G20 aman lancar dan berhasil,” ucap Yudo. “Saya yakin kita mampu menjawab ini dengan gemilang.”

Pengamat militer Connie Rahakundini Bakrie menilai, keamanan G0 berisiko tinggi. Apalagi ada 2 negara yang sedang berperang yakni Rusia dan Ukraina.

Menurut Connie, faktor keamanan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pun menjadi taruhan. “Jika Rusia kehilangan Presiden seperti Putin saat ini, sama dengan kita kehilangan Soekarno di detik-detik kemerdekaan Indonesia,” ucapnya.

Connie pun mengapresiasi pengamanan yang dilakukan TNI. “Tetapi tidak berarti semua persiapan harus dibuka ke publik sebagai ajang show off,” katanya menambahkan.****

Pos terkait