Tiongkok Sepakat Tingkatkan Masuknya Komoditi Ekspor Indonesia

Tiongkok Sepakat Tingkatkan Masuknya Komoditi Ekspor Indonesia

Fajarasia.id – Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dan Menlu Tiongkok Wang Yi menggelar Pertemuan ke-5 Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC). Pertemuan itu berlangsung pada Jumat (23/8/2024) di Beijing, Tiongkok.

Retno mengatakan, penguatan kerja sama perdagangan khususnya ekspor-impor menjadi salah satu fokus dalam pertemuan. Ia mengungkapkan, Tiongkok sepakat mendukung peningkatan ekspor Indonesia ke negara itu.

“Kita juga sepakat, dalam upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke Tiongkok, Indonesia juga mendorong agar negosiasi protokol ekspor durian beku dan kelapa dapat segera diselesaikan,” kata Retno dalam keterangan secara daring usai pertemuan.

“Dan, kita yakin apabila protokol tersebut selesai dinegosiasikan maka akan dapat meningkatkan perdagangan kedua negara.”

Pada kesempatan itu kedua Menlu juga membahas penguatan kerjasama di industri hilirisasi dan energi hijau. Dalam hal ini menurut Retno, ia menekankan pentingnya kualitas kerja sama yang menerapkan ESG.

“Disini saya tekankan mengenai pentingnya kualitas kerja sama yang menerapkan ESG (Environmental, Social and Governance-red). Dan, sesuai dengan standar internasional termasuk PBB, yaitu UN Guiding Principles on Business and Human Rights,” ujarnya.

Tidak hanya itu, baik Indonesia maupun Tiongkok juga sepakat memperkuat kerja sama antara penjaga pantai kedua negara. “Kita juga sepakat untuk memperkuat investasi kendaraan listrik RRT di Indonesia guna mendukung pengembangan ekosistem industri EV (kendaraan listrik-red),” ucapnya.

Sementara, hubungan kedua negara meningkat pesat dalam 10 tahun terakhir. Berdasarkan data kepabeanan Tiongkok pada 2014 angka perdagangan mencapai USD63,66 miliar, dan saat itu Indonesia mengalami defisit sebesar USD14,48 miliar.

“Di tahun lalu 2023, angka perdagangan mencapai USD139,26 miliar, dan Indonesia mengalami surplus USD8,88 miliar. Terkait investasi, data BKPM menunjukkan investasi Tiongkok di Indonesia pada 2014 sebesar USD800 juta, dan tahun lalu menjadi USD7,43 miliar,” kata Menlu RI. ***

Pos terkait