Fajarasia.id – Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi memperingatkan Amerika Serikat tidak ikut campur dalam urusan Taiwan. Ia menyatakan bahwa isu tersebut tantangan terbesar dalam hubungan Beijing dengan Washington.
Hal itu disampaikannya saat bertemu dengan Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat Jake Sullivan di Thailand beberapa waktu lalu. Tiongkok berharap kawasan lintas selat Taiwan bisa aman.
“Kami membahas isu-isu lintas selat. Kami menekankan pentingnya menjaga perdamaian dan kestabilan di seluruh Selat Taiwan,” kata Wang seperti dilansir Kyodo-OANA, Senin (29/1/2024).
Selain itu Tiongkok dan Amerika Serikat sepakat menggelar pembicaraan tingkat pemerintah pertama. Ini mengenai kecerdasan buatan (AI) musim semi ini.
Pertemuan itu merupakan kelanjutan komitmen Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping untuk menjaga komunikasi strategis. Termasuk mengelola hubungan secara bertanggung jawab, saat bertemu di San Fransisco tahun lalu.
Diketahui ini kali pertama pejabat tinggi AS dan Tiongkok bertemu langsung. Sejak pemilihan pemimpin Taiwan awal bulan ini yang dimenangkan Lai Ching-te dari Partai Progresif Demokratik.
Tiongkok bereaksi keras atas kunjungan delegasi Amerika ke Taiwan sesaat pemilu Taiwan. Hal itu yang dianggap Tiongkok sebagai sinyal memberontak.
Tiongkok komunis dan Taiwan yang demokratis memiliki pemerintahan terpisah sejak pecah pada 1949 akibat perang saudara. Pada 1979, ketika Washington mengalihkan pengakuan diplomatiknya dari Taipei kepada Beijing, Kongres Amerika mengesahkan Undang-Undang Hubungan Taiwan.
Berdasarkan UU tersebut Amerika memelihara hubungan substantif tidak resmi dengan Taiwan. Ini dengan memasok senjata serta suku cadang wilayah itu agar memiliki kemampuan pertahanan diri yang memadai.***





