Fajarasia.id – Tim pencarian dan penyelamatan (search and rescue/SAR) China pada Senin (31/3) pagi menyelamatkan seorang ibu hamil yang menjadi korban gempa bumi di Kota Mandalay, Myanmar.
Tim SAR China dan tim penyelamat sipil Ramunion Rescue bekerja sama dalam misi penyelamatan tersebut, kata Yue Xin, ketua regu dari Tim SAR China, kepada Xinhua di lokasi penyelamatan yang terletak di sebuah area permukiman di Mandalay.
Menurut Yue, tim penyelamat China harus menghadapi sejumlah gempa susulan selama misi penyelamatan tersebut.
Gempa bermagnitudo 7,7 yang melanda Myanmar pada Jumat (28/3) pekan lalu menyebabkan kerusakan parah pada bangunan tempat korban berhasil diselamatkan, tambahnya.
“Kami berharap dapat membawa harapan bagi lebih banyak orang di sini,” ujar Yue.
Tim SAR China menemukan seorang korban selamat lainnya di Mandalay pada Senin. Tim tersebut tiba di kota itu pada Minggu (30/3).
Sementara Hingg hari ini korban Tewa sudah mencapai 1.700 orang , 3.400 terluka, dan 300 orang lainnya masih dinyatakan hilang dalam bencana gempa bumi dahsyat di Myanmar, menurut Dewan Administrasi Negara Myanmar pada Minggu (30/3).
Para petugas penyelamat China di zona-zona gempa di Myanmar berpacu melawan maut, bertahan di tengah cuaca panas dan aroma menyengat dari jenazah para korban, agar dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa dalam kurun waktu 72 jam, yang merupakan periode krusial dalam operasi penyelamatan.****





