Tiga TPA Sampah yang Diresmikan Jokowi  di Jatim Gunakan ‘Sanitary Landfill’

Tiga TPA Sampah yang Diresmikan Jokowi  di Jatim Gunakan 'Sanitary Landfill'

Fajarasia.id – Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan tiga Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) yang menggunakan sistem Sanitary Landfill. Tiga TPA tersebut terdapat di kota Malang, Kabupaten Sidoarjo, dan kabupaten Jombang.

Ketiga Tempat Pembuangan Sampah tersebut pada Kamis, (14/12/23) kemarin diresmikan Presiden RI. Diharapkan dengan beroperasinya tiga TPA ini, dapat mengurangi permasalahan sampah , mengurangi pencemaran lingkungan.

Sanitary Landfill merupakan salah satu sistem pengelolaan sampah di mana sampah ditimbun pada lokasi yang cekung, jauh dari pemukiman warga. Lalu disiapkan lapisan kedap seperti tanah lempung pada permukaan dasar dan dinding cekungan, agar air sampah atau air lindi tidak langsung terserap ke dalam tanah.

Dirjen Cipta Karya Diana Kusumastuti saat mendampingi Presiden Jokowi dan Menteri PUPR mengatakan pengembangan TPA meminimalisir pencemaran. Baik meminimalisir pencemaran air, tanah, maupun udara sehingga lebih ramah lingkungan.

“Semoga dengan adanya tiga TPA ini, akan membantu pemda di tiga kota/kabupaten dalam melakukan pengelolaan sampahnya,” kata Diana, Jumat (15/12/2023). TPA Supit Urang Kota Malang dibangun dengan biaya Rp273 miliar pada tahun 2018 hingga 2020.

Dengan luas landfill 5,2 Ha dan kapasitas landfill 726 ribu m3 ini dapat menampung sampah hingga 450 ton/hari. TPA Jabon di Kabupaten Sidoarjo memiliki luas lahan 29 Ha dan kapasitas 1.650.000 m3,dengan daya tampung sampah 450 ton/hari.

Sedangkan TPA Banjardowo di Kabupaten Jombang memiliki luas lahan 4,45 Ha dan kapasitas 444.864 m2. Tiga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) di Jawa Timur yang telah selesai dikembangkan oleh Kementerian PUPR

Presiden Jokowi saat meresmikan tiga TPA mengatakan, persoalan sampah adalah persoalan sangat serius, harus ditangani dengan baik. Jika tidak akan menimbulkan berbagai permasalahan, baik masalah sosial maupun kesehatan, karena TPA yang ditata dengan baik.

“Saya tahu pengolahan sampah tidak mudah, mengatur satu tempat saja sulit apalagi jika satu kota/kabupaten atau provinsi. Sekarang banyak model TPA yang beroperasi dengan baik, bisa menjadi contoh pengolahan sampah tempat lain yang bermasalah,” katanya.****

Pos terkait