Fajarasia.co – Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki menyebut proses produksi minyak makan merah akan diluncurkan pada Januari 2023. Hingga kini pembangunan pabrik produk alternatif minyak goreng ini telah mencapai 50 persen.
Detail Engineering Desidgn (DED) dan RAB Pabrik Minyak Merah telah diterima dari dua pihak. Yakni Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) dan PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN).
PT RPN adalah anak perusahaan BUMN Holding Perkebunan Nusantara PT PN III. “Dokumen ini menandai rencana pengolahan minyak makan merah oleh koperasi sudah dalam progres,” kata Teten di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Senin (12/9/2022).
“Dari 11 tahap sudah masuk tahap kelima, 50 persen sudah selesai. Sejak ratas Presiden pada 18 Juli 2022 kita hanya punya waktu 5 bulan untuk identifikasi, launching ditargetkan Januari 2023,” ujar Teten lagi.
Progres tersebut dijelaskan Teten yakni meliputi SNI produk minyak makan merah yang kini telah pada tahap konsesus oleh BSN. Kemudian untuk penyerapan dari produk minyak makan melalui MoU dengan Himpunan Penyewa Pusar Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Selanjutnya juga telah ditetapkan 3 titik piloting untuk produksi minyak makan merah. Masing-masing di pabrik kelapa sawit (PKS) Pagar Merbau PTPN II, serta PKS Pulu Raja dan PKS Sawit Langkat di PTPN IV.
“Untuk 3 bulan ke depan kita siapkan pembanguan mesin, percepat dari aspek pembiayaan yang sudah dikoordinasikan oleh LPDB, Perbankan, dan BPDPKS. Yang piloting ini mesinnya akan dibuat oleh PPKS,” ujar Teten.
Teten menghitung, kapasitas setiap pabrik ini akan menghasilkan 10 ton minyak makan merah per hari.
Menurutnya dengan teknologi dan beban logistik yang lebih murah, harga minyak makan merah ini mampu bersaing dengan minyak goreng. Di samping juga menurutnya dari segi nutrisi minyak makan merah lebih unggul.
Pada kesempatan yang sama, Kepala PPKS Edwin S.Lubis mengapresiasi KemenKopUKM yang terus mendukung sehingga DED tersebut dapat terwujud. “Tentunya dengan selesainya DED, pembangunan minyak makan merah dapat segera terealisasikan tepat waktu,” kata Edwin.
Saat ini, secara paralel sudah dilakukan pelatihan-pelatihan kepada SDM koperasi. “Selanjutnya kami mohon dukungan dari seluruh pihak agar semuanya dapat terlaksana sesuai dengan waktu yang telah ditentukan,” ucapnya.****





