Fajarasia.id – Insiden ledakan yang melukai tiga prajurit TNI di Lebanon selatan kembali memicu sorotan. Legislator PDIP, TB Hasanuddin, meminta pemerintah Indonesia segera mendorong investigasi menyeluruh atas peristiwa tersebut melalui Dewan Keamanan PBB dan Sekretariat Jenderal PBB.
“Pemerintah harus memastikan apakah ledakan ini murni dampak konflik atau serangan yang disengaja. Jika terbukti ada unsur kesengajaan terhadap pasukan perdamaian, maka itu bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang,” tegas anggota Komisi I DPR itu, Minggu (5/4/2026).
TB Hasanuddin menekankan pentingnya sikap tegas Indonesia di forum internasional, mengingat serangan terhadap personel PBB merupakan pelanggaran serius hukum internasional. Ia juga meminta Kementerian Luar Negeri melakukan monitoring ketat terhadap seluruh tahapan investigasi UNIFIL, sekaligus memastikan hak-hak prajurit yang terluka terpenuhi.
Selain investigasi, ia menyoroti perlunya evaluasi sistem keamanan pasukan TNI di Lebanon, termasuk peninjauan posisi pos, perlindungan fisik pangkalan, serta pengetatan SOP saat eskalasi konflik. Hasanuddin bahkan mengingatkan agar pemerintah mempertimbangkan keberlanjutan keterlibatan Indonesia dalam misi UNIFIL jika situasi semakin membahayakan.
“Keselamatan prajurit adalah prioritas utama. Komitmen internasional harus tetap dijalankan, tetapi dengan perhitungan matang dan perlindungan maksimal bagi setiap personel kita,” ujarnya.
Ledakan di fasilitas PBB dekat El Adeisse pada Jumat (3/4) melukai tiga prajurit TNI, dua di antaranya luka serius. Peristiwa ini terjadi hanya beberapa hari setelah tiga prajurit Indonesia gugur akibat serangan di Lebanon selatan pada akhir Maret.****





