Tangisan Guru Honorer di Senayan Ungkap Pilu Kesejahteraan

Tangisan Guru Honorer di Senayan Ungkap Pilu Kesejahteraan

Fajarasia.id – Suasana rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR RI bersama Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di Senayan, Jakarta, mendadak haru ketika seorang guru honorer, Indah Permata Sari, menumpahkan keluh kesahnya. Guru SDN Wanasari 01 Cibitung itu tak kuasa menahan tangis saat menceritakan sulitnya memperjuangkan kesejahteraan di tengah status honorer yang serba terbatas.

Indah mengungkapkan dirinya tidak tercatat dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik), meski telah memenuhi masa kerja. Kondisi ini membuatnya tertinggal informasi penting, termasuk kesempatan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). “Susah sekali, Pak. Kadang informasi dari dinas tidak menyeluruh, jadi kami ketinggalan. Bahkan terbayang akan dirumahkan,” ucapnya dengan suara bergetar.

Lebih jauh, Indah menceritakan kesehariannya yang harus bekerja tambahan sebagai pengantar laundry setelah mengajar demi menutup kebutuhan hidup. “Pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak. Itu saja yang bisa saya sampaikan,” katanya sambil menangis.

Keluhan Indah mencerminkan nasib ribuan guru honorer lain yang masih berjuang mendapatkan kepastian status dan kesejahteraan. Ia berharap pemerintah dan DPR dapat memberikan solusi nyata agar tenaga pendidik honorer bisa ikut serta dalam program P3K penuh waktu. “Harapan saya dan teman-teman, bisa ikut P3K penuh waktu,” tuturnya.

Momen haru ini menjadi sorotan dalam rapat Baleg DPR, sekaligus pengingat bahwa perjuangan guru honorer bukan hanya soal profesi, tetapi juga tentang hak dasar untuk hidup layak dan dihargai sebagai pendidik bangsa.

Pos terkait