Fajarasia.id – Anggota Komisi I DPR RI, Syahrul Aidi Maazat, menegaskan bahwa Indonesia harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan berpegang pada prinsip non-blok di tengah memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pertemuan Komisi I DPR RI dengan jajaran TNI di Markas Kodam XX Tuanku Imam Bonjol, Syahrul menekankan bahwa Indonesia tidak boleh berpihak pada blok kekuatan tertentu. “Indonesia adalah negara non-blok dan secara konstitusi kita mengutuk penjajahan. Karena itu kita harus melihat konflik ini secara objektif dan berdasarkan prinsip hukum internasional,” ujarnya, Sabtu (7/3/2026).
Syahrul mempertanyakan legitimasi serangan Amerika terhadap Iran yang tidak mendapat mandat dari PBB, serta menilai eskalasi konflik berpotensi meluas pasca wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia juga menekankan pentingnya perlindungan WNI di luar negeri melalui koordinasi dengan KBRI dan prosedur evakuasi bila diperlukan.
Lebih jauh, Syahrul menilai konflik ini menjadi pelajaran strategis bagi Indonesia untuk memperkuat kemandirian nasional. Ia mencontohkan ketahanan Iran yang mampu bertahan di tengah embargo internasional. “Kalau negara bisa memproduksi pangan, obat, dan senjata sendiri, maka negara itu akan kuat,” tegas politisi PKS tersebut.****




