Fajarasia.id – Indonesian Social Survey (ISS) merilis hasil survei terbarunya terkait tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah. Hasilnya, masyarakat yang puas terhadap kinerja pemerintah terbilang besar, yakni mencapai 78 persen.
“Secara umum, masyarakat merasa cukup bahagia, sehat, aman, dan memiliki kepercayaan tinggi terhadap sesama dan lembaga negara. Namun, aspek ekonomi rumah tangga masih menjadi tantangan terbesar,” kata Direktur Eksekutif ISS, Whinda Yustisia, Jakarta, Jumat (22/8/2025).
Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “80 Tahun Kemerdekaan Indonesia: Bagaimana Kualitas Hidup Manusia Indonesia Saat Ini?”. Untuk diketahui, ISS merilis survei nasional ini untuk menggambarkan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Hasil survei tersebut menunjukkan potret masyarakat yang semakin optimis, dengan tingkat kebahagiaan dan rasa aman yang tinggi. Meskipun, menurutnya, tantangan di sektor ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
Whinda menyampaikan bahwa indeks kualitas hidup nasional berada di angka 65 dari 100, yang dikategorikan sebagai “cukup baik”. Survei dilakukan pada Juli 2025 terhadap 2.200 responden dari 38 provinsi.
Adapun survei mengukur tujuh aspek utama kualitas hidup: kesejahteraan psikologis (67,3), kesehatan (70,1), keamanan (72,3), kepercayaan sosial dan institusi (70,2). Kemudian, partisipasi politik (69,7), kesejahteraan ekonomi (42,6) serta kualitas lingkungan (62,9).
Meskipun skor kesejahteraan ekonomi menjadi yang terendah, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah justru tinggi mencapai 78 persen. ISS menemukan bahwa kepuasan itu lebih dipengaruhi oleh faktor non-ekonomi seperti rasa aman, legitimasi politik, dan kualitas layanan dasar.
Dari 39 indikator yang diukur, hanya delapan yang signifikan dalam menjelaskan tingkat kepuasan terhadap pemerintah. Di antaranya kepuasan hidup, fasilitas pendidikan, rasa aman, serta kepercayaan terhadap presiden, wakil presiden, menteri, TNI, dan jalannya demokrasi.
“Kepercayaan terhadap Presiden bahkan mencapai angka tertinggi sejak era reformasi. Yaitu, 90,9 persen,” kata Whinda.
Salah satu program pemerintah yang mendapat respons paling positif, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG). Program itu diingat spontan oleh 67 persen responden, dikenal oleh 89 persen, dan dinilai bermanfaat oleh 82 persen responden.
Kendati demikian, sebagian masyarakat merasa manfaat MBG masih terbatas. Alasannya, karena belum sepenuhnya meringankan beban ekonomi rumah tangga.***





