Survei Celios Ungkap Menteri Ekonomi Berkinerja Terbaik dan Terburuk di Era Prabowo-Gibran

Para menteri Kabinet Merah Putih berpose di depan Istana Negara bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming,
Para menteri Kabinet Merah Putih berpose di depan Istana Negara bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming,

Fajarasia.id  — Lembaga riset Center of Economic and Law Studies (Celios) merilis hasil survei terbaru yang menyoroti kinerja para menteri di sektor ekonomi selama satu tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Survei ini menempatkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai pejabat dengan performa terbaik di bidang ekonomi.

Peneliti Celios, M. Bakhrul Fikri, menjelaskan bahwa survei dilakukan terhadap 120 jurnalis ekonomi dengan dua pertanyaan utama: siapa menteri dengan kinerja terbaik dan siapa yang dinilai paling buruk di sektor ekonomi dalam kabinet saat ini.

“Airlangga Hartarto memperoleh dukungan terbanyak dengan 25 suara, menjadikannya menteri ekonomi dengan kinerja terbaik menurut para responden,” ujar Bakhrul dalam konferensi pers, Minggu (19/10).

Posisi kedua ditempati oleh Kepala Badan Pengelola Investasi Danantara, Rosan Roeslani, dengan 9 suara, disusul Menteri Pertanian Amran Sulaiman di peringkat ketiga. Berikut daftar menteri ekonomi dengan penilaian terbaik:

Airlangga Hartarto (25 poin)

Rosan Roeslani (9 poin)

Amran Sulaiman (8 poin)

Yassierli, Menteri Ketenagakerjaan (7 poin)

Budi Santoso, Menteri Perdagangan (5 poin)

Agus Gumiwang, Menteri Perindustrian (1 poin)

Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif (0 poin)

Di sisi lain, survei juga mengungkap nama-nama pejabat yang dinilai memiliki kinerja terburuk di sektor ekonomi. Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, berada di urutan pertama dengan nilai minus 67. Berikut daftar pejabat dengan penilaian terburuk:

Dadan Hindayana (−67 poin)

Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Pariwisata (−22 poin)

Budiman Sudjatmiko, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (−17 poin)

Zulkifli Hasan, Menko Bidang Pangan (−11 poin)

Maman Abdulrrahman, Menteri UMKM (−3 poin)

Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan (−1 poin)

Selain penilaian terhadap menteri, Celios juga melakukan survei paralel terhadap 1.338 responden masyarakat umum untuk mengetahui persepsi terhadap kondisi ekonomi rumah tangga. Hasilnya:

45% responden menyatakan kondisi ekonomi rumah tangga mereka tidak berubah dibanding tahun lalu.

28% merasa kondisi ekonomi mereka membaik.

27% menilai kondisi ekonomi rumah tangga memburuk.

Terkait efektivitas program ekonomi pemerintah selama satu tahun terakhir:

53% responden menilai program ekonomi tidak berdampak signifikan.

25% merasa program tersebut membantu.

14% menyatakan sangat terbantu.

Survei terhadap jurnalis dilakukan pada 30 September hingga 13 Oktober 2025, sementara survei masyarakat umum berlangsung dari 2 hingga 17 Oktober 2025. Pengumpulan data dilakukan secara digital melalui iklan bertarget di platform Facebook dan Instagram.****

Pos terkait