Fajarasia.id – Pemerintah terus menekan angka kejadian kanker leher rahim (serviks) di Indonesia. Diketahui penyebab kanker serviks 99 persen karena infeksi Human Papiloma Virus (HPV) onkogenik.
Secara global, Badan Kesehatan Dunia (WHO) memiliki tiga strategi untuk mencegah kejadian kanker serviks pada perempuan. Pertama, WHO menyarankan 90 persen anak perempuan di suatu negara diberikan vaksinasi HPV.
“Jadi kami kasih vaksinasinya untuk mencegah infeksinya. Sebelum usia 15 tahun,” kata Ketua Tim Kerja Penyakit Kanker dan Kelainan Darah Direktorat PTM, Kementerian Kesehatan, dr. Theresia Sandra dalam Sebuah Rilisnya, Jumat (23/2/2024).
Strategi kedua yang disarankan adalah 70 persen perempuan melakukan skrining atau deteksi dini menggunakan tes performa tinggi. Sekurang-kurangnya berusia 35 sampai 45 tahun.
Kemudian, 90 persen perempuan dengan lesi prakanker dan saat terkena kanker serviks mendapat tatalaksana sesuai standar. Strategi-strategi itulah yang ditawarkan oleh WHO, di mana setiap negara minimal menerapkan hal-hal tersebut.
“Sehingga diharapkan 20 sampai 30 tahun yang akan datang kami bisa mencegah. Sekaligus melakukan eliminasi kanker serviks,” kata Sandra.
Diketahui, kanker seviks dan kanker payudara menjadi penyebab penyakit tertinggi pada perempuan. Secara global, jumlah kasus baru kanker serviks telah turun menjadi 13 kasus per 100 ribu penduduk.
Sementara di Indonesia angka penyebab kanker serviks masih dua kali lipatnya. Yakni berkisar antara 23,3 kasus per 100 ribu penduduk.****





