Fajarasia.id – Induk Koperasi Pedagang Pasar (Inkopas) menegaskan, masyarakat mulai sulit mendapatkan atau menemukan minyak goreng bersubsidi MinyaKita. Terbatasnya stok MinyaKita di pasaran itu, diduga kuat ada oknum yang melakukan penimbunan.
“Ya kalau dipikir-pikir begitulah (dugaan penimbunan MinyaKita), meski yang berbicara bukan saya. Baru kemarin wacana (HET Rp15.700) itu (harga) sudah naik, yang memainkan tentu yang punya gudang dan punya barang,” kata Sekjen Inkopas, Ngadiran , Senin (22/7/2024).
Ngadiran mengatakan, tidak mungkin warung-warung kecil di pasar melakukan penimbunan MinyaKita. Karena, warung tidak memiliki modal untuk melakukan stok barang.
“Yang tidak kalah pentingnya dia (oknum) yang punya gudang, punya barang dan punya duit. Kalau orang pasar itu kan warungnya kecil-kecil, cari utangnya juga susah, terus bagaimana mau naruh barang,” ucapnya.
Kemudian, Ngadiran menuturkan, pemerintah tidak boleh kalah dengan oknum yang mempermainkan harga MinyaKita. Karena, pemerintah sudah tegas menetapkan HET MinyaKita Rp15.700 per liter.
“Lalu giliran sudah Rp15.000 isinya nggak sampai satu liter, kalau bahasa lainnya kan tergantung yang pegang keran. Ini kerannya digedein atau dikecilin, keluar barangnya kalau kerannya kecil, otomatis (stok terbatas harga naik),” ujarnya.***





